Sungai Sitanda, Kolam Alami di Tengah Hutan Tanah Masa

Nias Selatan – Di tengah lebatnya hutan Tanah Masa, Nias Selatan, mengalir Sungai Sitanda dengan kolam alami berair jernih yang menyimpan potensi wisata.

Keindahan sungai tersebut terlihat dari airnya yang bersih dan bening, mengalir dari sumber mata air yang muncul melalui lubang batu.

Sungai Sitanda berada di kawasan hutan dan memiliki sejumlah kolam alami dengan dasar pasir serta bebatuan kecil.

Suasana alami kawasan membuat sungai tersebut menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati lingkungan hutan.

Informasi mengenai kondisi Sungai Sitanda diperoleh pada Rabu (2/9/2026) dari warga yang mengetahui kawasan tersebut.

Menembus Hutan Menuju Sungai

Sungai Sitanda dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar satu setengah jam dari Tekokasi, Pantai Baluta, Tanah Masa.

Perjalanan menuju lokasi membawa pengunjung melewati kawasan hutan Laimba Satu, Laimba Dua, hingga Laimba Tiga.

Di sepanjang perjalanan, terdapat sebuah pohon raksasa yang sejak dahulu masyarakat setempat menyebutnya Afini Sogaya Talu.

Ukuran pohon tersebut menjadi salah satu pemandangan unik yang menarik perhatian ketika pengunjung melintasi kawasan hutan.

Setelah menyusuri jalur hutan, pengunjung akan menemukan Sungai Sitanda yang membentuk kolam-kolam alami di tengah kawasan tersebut.

Sumber air muncul dari lubang batu, kemudian mengalir mengisi kolam sebelum melanjutkan perjalanan mengikuti alur sungai.

Airnya terasa sedikit hangat ketika terkena panas matahari, terutama pada bagian kolam yang terbuka.

Habitat Ikan dan Satwa Sungai

Keberadaan kolam alami tidak hanya menawarkan panorama, tetapi juga menjadi habitat berbagai jenis ikan dan satwa air.

Warga menyebut Sungai Sitanda memiliki ikan lagasi, udang, kura-kura sungai, serta beragam jenis ikan lainnya.

Beberapa ikan bahkan memiliki warna dan bentuk menarik yang sekilas menyerupai ikan hias.

Keanekaragaman tersebut memperlihatkan bahwa kawasan Sungai Sitanda masih memiliki lingkungan air tawar yang relatif alami.

Namun, kondisi tersebut membutuhkan perhatian agar aktivitas wisata nantinya tidak mengganggu habitat maupun kualitas air sungai.

Karena itu, pengembangan kawasan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan, kelestarian hutan, dan keberlangsungan satwa.

Warga Dorong Pengembangan Wisata

Warga Tanah Masa, Sofu Bago, yang bekerja sebagai tukang kayu pembuat perahu, menyebut ikan telah lama hidup berlimpah di Sungai Sitanda.

“Sejak dahulu kala, ikan di dalam Sungai Sitanda berlimpah dan hidup di dalam air,” ujar Sofu Bago.

Menurut dia, keberadaan ikan tersebut berkaitan dengan kehidupan masyarakat Kepulauan Batu yang masih banyak mengandalkan hasil laut sebagai sumber pangan.

Karena itu, Sungai Sitanda memiliki nilai lingkungan sekaligus potensi wisata yang dapat dikembangkan secara bijaksana.

Sofu Bago menilai pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kawasan yang memiliki potensi wisata seperti Sungai Sitanda.

Ia menyebut kolam alami tersebut dapat menjadi lokasi rekreasi, termasuk aktivitas mandi dan bermain air bagi pengunjung.

Meski demikian, pengembangan wisata membutuhkan perencanaan agar akses, keselamatan pengunjung, kebersihan, dan kelestarian alam tetap terjaga.

Potensi Wisata Tanah Masa

Tanah Masa sendiri memiliki wilayah sekitar 451,43 kilometer persegi dan menjadi pulau terbesar di antara tujuh kecamatan di Kepulauan Batu.

Bentang alam tersebut memberikan peluang bagi pengembangan wisata berbasis alam, terutama kawasan yang masih menyimpan keunikan ekosistem lokal.

Sungai Sitanda menjadi salah satu contoh potensi tersebut karena menawarkan perpaduan hutan, mata air, kolam alami, bebatuan, serta keanekaragaman hayati.

Namun, potensi itu membutuhkan kajian lebih lanjut sebelum pemerintah menetapkan arah pengembangannya sebagai kawasan wisata.

Pemerintah juga perlu melibatkan masyarakat setempat agar pengembangan wisata memberi manfaat ekonomi tanpa menghilangkan karakter alami kawasan.

Jika dikelola secara tepat, Sungai Sitanda dapat menjadi salah satu tujuan wisata alam yang memperkenalkan kekayaan Tanah Masa kepada masyarakat luas.

Pada saat yang sama, perlindungan terhadap sumber mata air dan habitat sungai harus menjadi prioritas agar pesona Sitanda tetap terjaga. #Jadarman

Penulis: Jadarman G