Sumedang – Polres Sumedang membekali pelajar SMKN Situraja dengan kemampuan memahami kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sekaligus membangun kesadaran menghadapi ancaman hoaks di ruang digital.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui Program Quick Win 9.2 di SMKN Situraja, Kabupaten Sumedang, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 50 siswa kelas XI dan XII mengikuti pelatihan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB tersebut.
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan bersama personel kepolisian dan pihak sekolah.
Tim Trainer Utama Paham AI Polres Sumedang juga memberikan materi kepada para peserta melalui metode interaktif dan aplikatif.
Bekali Pelajar Hadapi Era AI
Pelatihan tidak sekadar mengenalkan teknologi AI kepada pelajar, tetapi juga mengarahkan mereka agar mampu menggunakannya secara kritis.
Materi pembuka menghadirkan sesi “Cerita Jeda” sebelum trainer memasuki empat modul utama dalam pelatihan tersebut.
Keempat modul itu mencakup Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax with AI, dan AI Prompts.
Melalui materi tersebut, para siswa mempelajari dasar kecerdasan buatan sekaligus memahami batas penggunaan teknologi dalam aktivitas belajar dan berkarya.
Polres Sumedang menekankan pentingnya etika agar kemudahan teknologi tidak mengurangi kemampuan pelajar dalam berpikir dan mengambil keputusan.
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya mengatakan pelatihan itu menjadi bagian dari komitmen kepolisian membekali generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
“Pelatihan Paham AI ini merupakan bagian dari komitmen Polres Sumedang dalam membekali generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.”
Menurut Awang, AI seharusnya membantu proses belajar dan berkarya, bukan mengambil alih kemampuan berpikir para pelajar.
“Artificial Intelligence harus dipahami sebagai alat yang dapat membantu proses belajar dan berkarya, bukan menggantikan proses berpikir.”
Karena itu, pelatihan turut membahas cara menggunakan AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Komunitas Cyber Jadi Garda Literasi Digital
Selain pelatihan, Polres Sumedang membentuk Komunitas Cyber Pelajar SMKN Situraja sebagai wadah penguatan literasi digital di lingkungan sekolah.
Komunitas tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk memahami teknologi secara bijak sekaligus mengembangkan kemampuan menghadapi berbagai persoalan digital.
Polres Sumedang juga mendorong anggota komunitas mengenali informasi palsu dan melawan penyebaran hoaks melalui pemanfaatan teknologi secara tepat.
Awang berharap pelajar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan konten positif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Harapannya, para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pelajar yang cerdas, kritis dan mampu menciptakan konten positif di ruang digital.”
Pembentukan komunitas tersebut sekaligus memperluas peran pelajar dalam menjaga kualitas ruang digital agar tetap sehat dan produktif.
Menurut Awang, para siswa dapat menjadi agen literasi digital yang membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Dengan terbentuknya Komunitas Cyber Pelajar SMKN Situraja, kami berharap para siswa dapat menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat.”
Dengan demikian, program tersebut tidak hanya mengenalkan AI, tetapi juga membangun tanggung jawab pelajar dalam menggunakan teknologi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB.
Polres Sumedang berharap pemahaman tersebut membantu pelajar memanfaatkan AI secara cerdas, kreatif, etis, dan bertanggung jawab.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. #DS







