Polres Nagekeo Buka Posko Terpadu untuk Warga Terdampak Gempa

Nagekeo, NTT – Polres Nagekeo membuka Posko Terpadu untuk membantu warga terdampak gempa sekaligus memperkuat pelayanan selama masa tanggap dan pemulihan.

Posko tersebut menjadi pusat pelayanan, perlindungan, dan koordinasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan setelah gempa bumi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menegaskan Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat selama menghadapi dampak bencana.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak gempa tidak merasa sendiri,” ujar Rachmat.

Menurutnya, Polri berupaya memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat terdampak.

Karena itu, Polres Nagekeo mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu lokasi agar warga lebih mudah memperoleh bantuan.

Posko tersebut menyediakan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat selama masa tanggap bencana.

Selain itu, petugas menghadirkan pelayanan kesehatan lapangan untuk membantu warga memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan.

Layanan Posko Menjangkau Kebutuhan Warga

Polres Nagekeo juga menyediakan trauma healing bagi warga, termasuk anak-anak yang mengalami tekanan psikologis akibat gempa.

Petugas menyiapkan layanan tersebut untuk membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis yang dapat muncul setelah bencana.

Selain kebutuhan kesehatan fisik dan mental, posko menyediakan fasilitas water treatment untuk mendukung ketersediaan air bersih.

Warga juga dapat memanfaatkan akses WiFi gratis untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun memperoleh informasi selama masa pemulihan.

Rachmat mengatakan pihaknya menyusun berbagai fasilitas berdasarkan kebutuhan masyarakat yang petugas temukan di lapangan.

“Penanganan bencana bukan hanya soal kebutuhan makanan dan tempat tinggal,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat juga membutuhkan layanan kesehatan, air bersih, komunikasi, serta dukungan psikologis.

“Seluruh layanan ini kami hadirkan dalam satu posko terpadu,” ujar Rachmat.

Dengan konsep tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan dasar tanpa harus mendatangi sejumlah lokasi pelayanan berbeda.

Posko juga menjadi ruang komunikasi antara warga, petugas, pemerintah daerah, dan unsur penanganan bencana lainnya.

Polri Perkuat Koordinasi Pascagempa

Polres Nagekeo terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.

Koordinasi tersebut memungkinkan petugas menyesuaikan dukungan berdasarkan perkembangan kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Selain bantuan langsung, petugas juga memantau kondisi masyarakat untuk mengetahui kebutuhan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Langkah itu penting karena kebutuhan warga dapat berubah seiring berjalannya masa tanggap darurat dan pemulihan.

Kapolres menegaskan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan jajarannya.

“Selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, kami akan terus hadir dan memberikan pelayanan semaksimal mungkin,” tegas Rachmat.

Keberadaan Posko Terpadu sekaligus menunjukkan peran Polri dalam mendukung penanganan bencana di luar tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Pelayanan terpadu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dasar sekaligus memperkuat rasa aman setelah menghadapi situasi darurat.

Polres Nagekeo juga terus mendorong sinergi dengan seluruh unsur agar proses pemulihan berjalan secara terkoordinasi.

Melalui pendekatan tersebut, Polri berupaya memastikan bantuan menjangkau warga sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.

Posko Terpadu diharapkan membantu masyarakat melewati masa sulit sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Nagekeo.