PalmCo Perkuat Talenta Perempuan untuk Pimpin Transformasi Perkebunan

Jakarta, 27 Agustus 2026 – PTPN IV PalmCo memperkuat talenta perempuan melalui program kepemimpinan untuk mendorong representasi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis.

Perusahaan menggelar forum Srikandi PalmCo: Women in Leadership – Speak to Lead, Lead to Inspire di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Forum tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan menyiapkan sumber daya manusia perempuan menghadapi perubahan industri agribisnis yang semakin kompleks.

Melalui program itu, PalmCo mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi publik, pengambilan keputusan, serta keberanian mengambil tanggung jawab strategis.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan upaya perusahaan membangun lingkungan profesional yang memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan karakter perempuan memiliki potensi besar dalam menghadapi tuntutan kepemimpinan industri.

“Perempuan memiliki daya tahan yang lebih, serta tingkat ketelitian dan perhatian terhadap detail yang tinggi,” kata Jatmiko.

Menurutnya, perusahaan perlu mengoptimalkan potensi tersebut melalui pembinaan, pengalaman, dan kesempatan memimpin.

Karena itu, Jatmiko meminta talenta perempuan PalmCo berani tampil dan mengambil peran dalam berbagai agenda strategis perusahaan.

“Kalian semua adalah pemimpin. Jangan pernah ragu untuk speak up, gunakan hati dalam bekerja, dan jeli melihat peluang,” ujarnya.

Tiga Pilar Kepemimpinan PalmCo

Dalam sesi Creating Impact Through Ownership & Initiatives, Jatmiko menjelaskan tiga prinsip yang harus menjadi fondasi pemimpin.

Pertama, walk the talk menuntut pemimpin menyelaraskan perkataan dengan tindakan sebagai wujud integritas.

Kedua, clear communication mengharuskan pemimpin membangun komunikasi yang jernih dan asertif kepada berbagai pihak.

Ketiga, clear accountability menuntut pemimpin berani bertanggung jawab atas setiap keputusan dan hasil pekerjaan.

“Tanggung jawab itu penting. Jangan pernah lari dari tanggung jawab,” tegas Jatmiko.

Menurutnya, tiga prinsip tersebut menjadi semakin penting ketika pemimpin menghadapi tekanan bisnis dan perubahan lingkungan industri.

Selain itu, ia meminta talenta perempuan melihat kepemimpinan sebagai ruang untuk menghasilkan dampak nyata bagi organisasi.

Dengan demikian, PalmCo ingin membangun pemimpin yang mampu menggabungkan ketelitian, keberanian, integritas, dan kemampuan membaca peluang.

Hilda: Keberanian Menentukan Langkah

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo sekaligus Ketua Srikandi PalmCo Hilda Savitri menekankan pentingnya keberanian bagi perempuan.

Menurut Hilda, hambatan dalam perjalanan karier terkadang muncul dari keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.

Karena itu, ia mengajak peserta membangun determinasi untuk mengambil peran, menyampaikan gagasan, dan berani membuat keputusan.

“Hari ini adalah tentang keberanian mengambil peran, menyampaikan ide dan gagasan, serta keberanian berdiri dan menyuarakan apa yang kita yakini,” ujar Hilda.

Ia juga mendorong peserta meyakini kemampuan diri agar mampu berkembang menjadi pemimpin.

Selain keberanian, Hilda menilai perempuan membutuhkan kemampuan menghadapi tantangan secara rasional dan tetap menjaga integritas.

Oleh sebab itu, program Srikandi PalmCo memadukan penguatan mental dengan keterampilan kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Pendekatan tersebut diharapkan membentuk pemimpin perempuan yang memiliki empati, ketegasan, dan kemampuan mengambil keputusan.

Komunikasi Jadi Bekal Pemimpin

PalmCo merancang program Women in Leadership dengan kurikulum yang menggabungkan pengembangan kepemimpinan dan keterampilan praktis.

Dukungan holding terlihat melalui kehadiran Direktur SDM dan Umum PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Endang Suraningsih.

Selain itu, peserta mengikuti Women Leader in Action Talkshow untuk memperluas perspektif mengenai pengalaman dan tantangan kepemimpinan perempuan.

PalmCo juga menggandeng entrepreneur sekaligus Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Merry Riana.

Merry mengisi dua sesi The Art of Public Speaking untuk mempertajam kemampuan komunikasi publik para peserta.

Pelatihan tersebut membahas teknik berbicara, artikulasi, persuasi, serta kemampuan menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens.

Kemampuan komunikasi menjadi penting karena pemimpin harus mampu meyakinkan pemangku kepentingan dalam berbagai kepentingan bisnis.

Selain itu, pemimpin membutuhkan kemampuan komunikasi untuk memimpin negosiasi dan membawa kepentingan perusahaan pada level nasional maupun global.

Karena itu, PalmCo menempatkan public speaking sebagai salah satu kompetensi penting dalam pengembangan calon pemimpin perempuan.

Bangun Pemimpin Perempuan Berdaya Saing

Melalui program tersebut, PalmCo ingin memperkuat kesiapan talenta perempuan untuk mengambil posisi strategis di lingkungan perusahaan.

Perusahaan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara tegas dan bertanggung jawab.

Selain itu, pemimpin harus mampu membangun komunikasi, memahami kepentingan berbagai pihak, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Kemampuan empati juga perlu berjalan bersama ketegasan agar pemimpin mampu mengelola tim sekaligus menjaga pencapaian target organisasi.

PalmCo berharap pengembangan talenta tersebut dapat meningkatkan representasi perempuan dalam kepemimpinan secara berkelanjutan.

Namun, pelatihan saja tidak cukup untuk mencetak pemimpin karena pengalaman dan kesempatan mengambil tanggung jawab turut menentukan kesiapan.

Karena itu, perusahaan perlu memastikan talenta perempuan memperoleh ruang untuk menerapkan kompetensi melalui pengalaman kerja nyata.

Program Srikandi PalmCo menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem tersebut secara terarah dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, PalmCo menargetkan lahirnya pemimpin perempuan yang kompeten, berani, adaptif, dan mampu menciptakan dampak.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung transformasi industri perkebunan Indonesia menghadapi tantangan masa depan.