Nias Selatan, 26 Agustus 2026 – Jalan umum di Lorong Bawo Orisite, Desa Bawo Ofuloa, Kecamatan Tanah Masa, Nias Selatan, mengalami kerusakan parah.
Sedikitnya empat titik badan jalan putus akibat abrasi dan hantaman ombak pantai yang terus mengikis akses masyarakat.
Kondisi tersebut mengancam keselamatan warga karena mereka tetap menggunakan jalan itu untuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil perkebunan.
Pada Selasa (26/8/2026), seorang anak laki-laki berusia sekitar 13 tahun mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda menuju kebun kelapa.
Sepeda yang ia kendarai tergelincir setelah roda masuk ke lubang pada badan jalan yang rusak.
Akibat kejadian tersebut, anak itu terjatuh bersama sepedanya, tetapi beruntung tidak mengalami luka serius.
Sepeda yang ia gunakan juga tidak mengalami kerusakan sehingga korban dapat melanjutkan perjalanan setelah kejadian.
Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan risiko yang warga hadapi setiap hari ketika melintasi jalan yang mengalami kerusakan.
Kerusakan Jalan Ganggu Aktivitas Warga
Warga menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai.
Menurut masyarakat, kondisi jalan semakin mengkhawatirkan karena abrasi dan gelombang laut terus memengaruhi struktur badan jalan.
Selain membahayakan pengguna kendaraan, kerusakan itu berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada akses tersebut.
Warga menggunakan jalan tersebut untuk menuju kebun, membawa hasil pertanian, serta menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Anak-anak juga melewati jalur yang sama ketika berangkat maupun pulang sekolah sehingga kondisi jalan membutuhkan perhatian segera.
Karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Kecamatan Tanah Masa bersama instansi terkait segera meninjau langsung lokasi kerusakan.
Peninjauan lapangan dinilai penting untuk memastikan kondisi setiap titik kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Warga Minta Perbaikan Segera
Masyarakat juga mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sekaligus membangun kembali ruas jalan yang terdampak.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan akses transportasi tersebut.
Selain itu, pemerintah desa diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten agar kebutuhan perbaikan memperoleh tindak lanjut.
Koordinasi antarpemerintahan dinilai penting karena kerusakan jalan telah menyentuh aspek keselamatan, mobilitas, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga khawatir kondisi jalan semakin parah apabila pemerintah menunda penanganan dalam waktu yang lebih lama.
Mereka juga meminta pemerintah memperhatikan faktor abrasi dalam menentukan metode perbaikan agar infrastruktur kembali berfungsi secara aman.
“Jangan sampai ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, pemerintah perlu menjadikan keselamatan pengguna jalan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan prioritas penanganan.
Masyarakat juga berharap pemerintah menyampaikan langkah penanganan secara terbuka sehingga warga mengetahui rencana perbaikan akses tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengenai rencana perbaikan jalan di Lorong Bawo Orisite.
Kondisi itu membuat warga terus berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kerusakan menimbulkan kecelakaan dengan dampak yang lebih serius.
Perbaikan jalan juga menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses aman menuju tempat kerja, kebun, sekolah, dan fasilitas lainnya.
Dengan penanganan yang cepat dan terukur, pemerintah dapat mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di Kecamatan Tanah Masa. #Jadarman







