Polisi Bagikan Makanan dan Minuman kepada Buruh Saat Aksi di DPR

Jakarta – Personel Polres Metro Jakarta Pusat membagikan makanan dan minuman kepada peserta aksi buruh di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Oktober 2026.

Polisi memberikan makanan dan minuman kepada peserta yang tengah beristirahat di sela-sela penyampaian aspirasi.

Aksi tersebut berlangsung di kawasan kompleks parlemen dengan massa buruh menyampaikan aspirasi melalui sejumlah kegiatan.

Di tengah pengamanan aksi, personel kepolisian tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan kepada peserta yang berada di lokasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pelayanan kepada peserta menjadi bagian dari tugas kepolisian selama kegiatan berlangsung.

“Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kami ingin memastikan peserta aksi tetap mendapatkan pelayanan selama menyampaikan aspirasi,” ujar Reynold.

“Makanan dan minuman ini kami berikan kepada peserta yang sedang beristirahat,” lanjutnya.

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Pembagian makanan dan minuman tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan personel kepada peserta aksi selama berada di kawasan DPR/MPR RI.

Selain memberikan bantuan konsumsi, polisi tetap menjalankan fungsi pengamanan selama massa menyampaikan pendapat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya menjaga situasi agar tetap tertib sekaligus memberikan ruang bagi peserta menyampaikan aspirasi.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan kepolisian terus mengedepankan pendekatan humanis selama kegiatan berlangsung.

Menurut Budi, komunikasi antara petugas dan peserta menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap terkendali.

“Penyampaian pendapat merupakan bagian dari ruang demokrasi,” kata Budi.

Karena itu, polisi mengajak peserta tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

Budi juga meminta peserta memperhatikan keselamatan diri dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengajak seluruh peserta tetap tertib, menjaga keselamatan, dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.

Pengamanan Tetap Berjalan

Di sisi lain, personel kepolisian tetap menjalankan pengamanan di sekitar kawasan DPR/MPR RI.

Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk menjaga mobilitas masyarakat yang melintas di sekitar lokasi aksi.

Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas peserta aksi dan kegiatan masyarakat lainnya dapat berjalan secara beriringan.

Dengan demikian, pelayanan kepada peserta tidak mengurangi fungsi utama kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Polisi tetap memantau perkembangan situasi serta berkomunikasi dengan berbagai pihak selama kegiatan berlangsung.

Menurut Budi, kepolisian berupaya menjaga keseimbangan antara hak peserta untuk menyampaikan pendapat dan hak masyarakat lain untuk beraktivitas.

“Polisi bersama masyarakat menjaga agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik dan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan,” jelasnya.

Pendekatan humanis tersebut menempatkan komunikasi sebagai bagian dari pengamanan kegiatan penyampaian pendapat.

Sementara itu, pembagian makanan dan minuman menjadi bentuk pelayanan langsung kepada peserta yang membutuhkan dukungan selama mengikuti aksi.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pengamanan aksi tidak semata-mata berorientasi pada pengendalian massa.

Pelayanan, komunikasi, keselamatan, serta kelancaran aktivitas publik tetap menjadi bagian dari perhatian petugas di lapangan.

Karena itu, kepolisian mengajak peserta dan masyarakat sekitar menjaga suasana tetap tertib selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Dengan komunikasi yang baik, penyampaian aspirasi diharapkan tetap berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya di sekitar kawasan parlemen.