Nias Selatan – Gelombang tinggi menggulung berkali-kali di Pantai Baluta, Desa Baluta, Kecamatan Tanah Masa, Kepulauan Batu, Nias Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Ombak besar tersebut bergerak dinamis di sepanjang pesisir dan menjadi pemandangan menarik bagi masyarakat yang berada di sekitar pantai.
Pantai Baluta selama ini ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan asing yang menikmati kawasan pesisir menggunakan kapal maupun speedboat.
Sejumlah aktivitas bahari dapat dilakukan pengunjung, mulai dari berenang, berselancar, menyelam, memancing, hingga menikmati panorama laut.
Namun, kondisi gelombang dan arus yang terus bergerak membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan bagi setiap pengunjung.
Potensi Wisata Bahari Kepulauan Batu
Pantai Baluta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari di Kecamatan Tanah Masa.
Gelombang yang tinggi dan karakter laut yang dinamis dapat menjadi daya tarik bagi penggemar olahraga selancar atau surfing.
Selain itu, kawasan pesisir juga menawarkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati matahari terbit dan terbenam.
Pengunjung dapat melakukan aktivitas rekreasi lain seperti piknik, berperahu, memancing secukupnya, serta mengamati kehidupan bawah laut.
Keberadaan ekosistem laut juga memiliki peran penting bagi kehidupan karena organisme laut turut berkontribusi terhadap produksi oksigen.
Karena itu, pemanfaatan kawasan pesisir perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan laut.
Warga Kecamatan Tanah Masa, Sohaoni Gowasa, menilai Pantai Baluta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata daerah.
“Ombak laut Pantai Baluta bisa dijadikan pariwisata. Masyarakat meminta perhatian pemerintah agar potensi ini dikembangkan.”
Menurut Sohaoni, pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap potensi wisata bahari tersebut melalui instansi yang menangani kelautan maupun pariwisata.
Ia berharap pengembangan Pantai Baluta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kecamatan Tanah Masa dan wilayah Kepulauan Batu.
Warga Dorong Perhatian Pemerintah
Pengembangan destinasi wisata, menurutnya, perlu mempertimbangkan kelestarian laut sekaligus kepentingan masyarakat setempat.
Selain menjadi lokasi rekreasi, Pantai Baluta juga berpotensi menjadi ruang edukasi mengenai kehidupan laut dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Masyarakat dapat mengenalkan berbagai aktivitas bahari secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Di sisi lain, potensi gelombang besar dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan olahraga selancar.
Karakter tersebut dapat menjadi salah satu keunggulan Pantai Baluta apabila pemerintah dan masyarakat mengelolanya secara terarah.
Namun, pengembangan wisata tetap membutuhkan perencanaan yang memperhatikan kondisi gelombang, arus laut, akses pengunjung, dan perlindungan lingkungan.
Masyarakat juga memiliki peran penting dengan menjaga kawasan pantai dari sampah dan aktivitas yang merusak ekosistem laut.
Harapan warga tersebut sekaligus menjadi dorongan agar potensi pesisir Tanah Masa mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah daerah.
Dengan pengelolaan yang tepat, Pantai Baluta dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata bahari di Kepulauan Batu, Nias Selatan.
Pada akhirnya, keindahan laut tidak hanya menjadi aset wisata, tetapi juga sumber kehidupan yang perlu dijaga bersama.
“Mari kita jaga laut dan Tanah Masa,” menjadi pesan warga agar pengembangan wisata tetap berjalan bersama pelestarian lingkungan. #Jadarman







