Ditsamapta Polda Metro Jaya Siagakan SAR Hadapi Dampak Anak Krakatau

Jakarta – Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menyiagakan unsur SAR dan membagikan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi potensi dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah kesiapsiagaan tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) melalui apel personel dan pembagian perlindungan kepada warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Apel kesiapsiagaan berlangsung di Polda Metro Jaya sekitar pukul 15.30 WIB dan dipimpin Kasie Pammat AKP Ali Hajar.

Apel tersebut diikuti unsur Sie Pammat serta Dalmas Kompi 4 untuk memastikan kesiapan personel menghadapi kemungkinan kebutuhan penanganan bencana.

Dirsamapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan apel bertujuan memastikan personel dan sarana pendukung siap bergerak ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Apel kesiapsiagaan ini dilaksanakan untuk memastikan unsur SAR siap digerakkan dalam membantu masyarakat apabila terjadi dampak dari aktivitas Gunung Anak Krakatau,” ujar Wahyu.

Dalam kesiapan tersebut, Ditsamapta menyiapkan 30 anggota Sie Pammat dan satu SSK Dalmas Kompi 4.

Selain personel, jajaran menyiapkan empat kendaraan roda empat, satu kendaraan taktis SAR, satu truk dapur lapangan, serta satu kendaraan pendukung dapur.

Petugas juga menyiapkan satu unit genset untuk mendukung operasional apabila personel harus bergerak ke lokasi yang membutuhkan dukungan penanganan darurat.

Kesiapan Personel dan Peralatan

Penyiapan kekuatan tersebut menjadi langkah preventif untuk memastikan kemampuan respons kepolisian tersedia ketika kondisi di lapangan membutuhkan pengerahan personel.

Ditsamapta menempatkan unsur SAR sebagai kekuatan yang dapat bergerak membantu masyarakat ketika terjadi dampak aktivitas vulkanik.

Kesiapan kendaraan dan peralatan pendukung juga memperkuat kemampuan personel dalam menjalankan tugas pelayanan pada kondisi darurat.

Selain menyiapkan kekuatan, personel Ditsamapta mengambil langkah pencegahan dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Pembagian masker berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB dan melibatkan 10 personel di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Petugas membagikan masker kepada warga yang masih menjalankan aktivitas sekaligus menyampaikan imbauan terkait perlindungan diri.

Wahyu mengatakan pembagian masker menunjukkan kepedulian kepolisian sekaligus menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi paparan debu vulkanik.

“Pembagian masker ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah antisipasi agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman,” kata Wahyu.

Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Wahyu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian.

Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dan menggunakan pelindung diri ketika menjalankan aktivitas di luar ruangan.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif agar masyarakat dapat mengurangi potensi risiko akibat paparan material vulkanik.

Selain itu, masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau dari otoritas terkait.

Ditsamapta Polda Metro Jaya terus menjaga kesiapan personel dan sarana pendukung untuk merespons kebutuhan masyarakat apabila situasi berkembang.

Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan personel, tetapi juga dukungan kendaraan dan perlengkapan yang menunjang tugas lapangan.

Dengan kesiapan SAR, personel Dalmas, kendaraan operasional, dapur lapangan, genset, serta pembagian masker, kepolisian memperkuat langkah mitigasi.

Upaya tersebut diharapkan membantu masyarakat menghadapi potensi dampak aktivitas vulkanik dengan tetap tenang dan waspada.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, kondisi cuaca terpantau cerah dan situasi berlangsung aman serta terkendali.

Ditsamapta Polda Metro Jaya tetap mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan, menggunakan pelindung diri, dan meningkatkan kewaspadaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian memastikan personel siap memberikan bantuan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.