Bekasi, Senin 12/10/2026 – Warga menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur lingkungan kepada anggota DPRD Kota Bekasi, H. Bambang Purwanto, saat kegiatan reses, mulai dari perbaikan lapangan hingga pembangunan drainase sepanjang sekitar 115 meter dan lima gorong-gorong.
Aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas lingkungan yang lebih layak sekaligus sistem saluran air yang mampu mendukung kelancaran aliran air di permukiman.
Ketua RT 14, Alip, menyoroti kondisi lapangan yang menurutnya belum layak digunakan, sedangkan Ketua RT 15, Awaludin, mengusulkan pembangunan saluran air di Jalan Anggrek BJI.
Selain itu, warga mengajukan pembangunan drainase yang mencakup wilayah RT 14, RT 15, dan RT 04.
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS Komisi III tersebut juga menyoroti pentingnya antisipasi banjir dan pembenahan infrastruktur yang kerap menjadi keluhan masyarakat.
Dalam wawancara mengenai antisipasi banjir, Bambang menyampaikan bahwa pihaknya terus mengingatkan dinas terkait agar mengambil langkah menghadapi musim hujan.
Menurutnya, penanganan banjir menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Bekasi.
Warga Soroti Kondisi Lapangan Lingkungan
Ketua RT 14, Alip, mengangkat persoalan kondisi lapangan yang hingga kini menurutnya belum layak menunjang kegiatan warga.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap fasilitas tersebut melalui langkah perbaikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Lapangan lingkungan memiliki fungsi penting sebagai ruang aktivitas warga, termasuk untuk berolahraga dan menyelenggarakan kegiatan bersama.
Karena itu, kondisi lapangan menjadi salah satu persoalan yang masyarakat bawa dalam pertemuan reses bersama Bambang.
Selain perbaikan lapangan, pemerintah perlu mempertimbangkan fungsi fasilitas, serta manfaatnya bagi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, usulan perbaikan tidak berhenti pada pencatatan aspirasi, tetapi dapat berlanjut melalui pembahasan teknis dan perencanaan sesuai mekanisme pemerintah daerah pada tahun 2028.
Usulan Drainase Mencakup Tiga RT
Selain fasilitas lapangan, warga mengangkat kebutuhan saluran air untuk mendukung pengelolaan aliran air di lingkungan permukiman.
Ketua RT 15, Awaludin, mengusulkan pembangunan drainase sepanjang sekitar 15 meter di Jalan Anggrek BJI.
Menurut aspirasi yang disampaikan, saluran tersebut diperlukan untuk membantu kelancaran aliran air di kawasan warga.
Warga juga mengajukan pembangunan saluran air di wilayah RT 14, RT 15, dan RT 04.
Secara keseluruhan, usulan tersebut mencakup panjang saluran sekitar 115 meter dengan kebutuhan lima gorong-gorong.
Angka itu menggambarkan kebutuhan yang masyarakat ajukan, bukan pekerjaan yang telah pemerintah tetapkan untuk segera dilaksanakan.
Selain itu, bahan yang tersedia belum merinci pembagian panjang saluran pada setiap RT maupun lokasi pemasangan lima gorong-gorong.
Karena itu, pemeriksaan teknis perlu memastikan kondisi saluran yang sudah ada, arah aliran air, serta titik yang membutuhkan pembangunan atau perbaikan.
Pemerintah juga perlu memeriksa keterhubungan antarsaluran agar pembangunan pada satu titik dapat mendukung aliran air di bagian lainnya.
Langkah tersebut penting untuk memastikan perencanaan drainase sesuai kebutuhan lingkungan dan tidak sekadar berfokus pada panjang saluran.
Bambang Tekankan Antisipasi Banjir
Dalam wawancara mengenai antisipasi banjir, Bambang mengatakan pihaknya terus mengingatkan dinas terkait untuk mengambil langkah menghadapi musim hujan.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur yang kerap memunculkan keluhan masyarakat.
Menurut Bambang, penanganan banjir menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Bekasi.
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan drainase sebagai bagian dari kebutuhan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Aspirasi Menunggu Tindak Lanjut Pemerintah
Reses menjadi ruang bagi anggota DPRD untuk mendengar dan mencatat persoalan yang masyarakat hadapi di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, warga mengangkat dua kebutuhan utama, yakni perbaikan lapangan dan pembenahan drainase.
Usulan saluran sepanjang sekitar 115 meter dan lima gorong-gorong memberikan gambaran mengenai kebutuhan infrastruktur yang perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, kondisi lapangan di RT 14 membutuhkan penjelasan teknis agar instansi berwenang dapat menentukan bentuk perbaikannya.
Bambang diharapkan dapat mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi dengan perangkat daerah sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, instansi teknis perlu memeriksa kebutuhan lapangan sebelum menentukan prioritas, anggaran, dan jadwal pekerjaan.
Warga berharap kebutuhan tersebut masuk dalam pembahasan pembangunan dan memperoleh penanganan sesuai prioritas serta kemampuan anggaran daerah.







