Jakarta Utara – Kapolsek Koja Kompol Dr. H. Andry Suharto mengingatkan pelajar SMP Al Khairiyah 1 agar menjauhi narkoba, menolak tawuran, dan menghentikan perundungan demi menjaga masa depan mereka.
Pesan tersebut disampaikan saat sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di SMP Al Khairiyah 1, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu juga membahas pentingnya menyikapi ajakan lingkungan secara bijak dan menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban.
Dalam kegiatan tersebut, Andry didampingi Kanit Binmas Polsek Koja Iptu M. Erfan dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lagoa Bripka Edhi Kuswanto.
Kepala SMP Al Khairiyah 1 Hj. Zainah Mardhiana serta Wakil Kepala Bidang Kurikulum Ir. H. Sodikin turut menghadiri kegiatan tersebut.
Melalui sosialisasi ini, kepolisian mendorong siswa memahami risiko perilaku negatif sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung prestasi.
Andry menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menjaga masa depan dengan menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama. Kami mengimbau seluruh siswa agar menjauhi narkoba, tidak terlibat tawuran, serta tidak melakukan bullying karena tindakan tersebut dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Andry.
Kapolsek Ingatkan Bahaya Narkoba, Tawuran, dan Perundungan
Dalam penyuluhan tersebut, Andry mengajak siswa menjauhi narkoba karena penyalahgunaan zat terlarang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan mereka.
Selain itu, ia mengingatkan pelajar agar tidak mengikuti ajakan tawuran. Keputusan untuk terlibat dalam kekerasan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Andry juga menyoroti perundungan atau bullying yang dapat merusak hubungan antarteman dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah.
Karena itu, para siswa perlu membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.
Upaya pencegahan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan imbauan aparat. Peran sekolah, keluarga, dan lingkungan pergaulan juga penting untuk menumbuhkan kebiasaan positif di kalangan remaja.
Di lingkungan sekolah, guru dan tenaga pendidik dapat membantu mengenali perubahan perilaku siswa serta mendorong penyelesaian masalah secara tepat.
Sementara itu, orang tua perlu menjaga komunikasi dengan anak agar mereka merasa nyaman membicarakan persoalan yang muncul dalam pergaulan sehari-hari.
Melalui pendekatan bersama, siswa diharapkan lebih memahami konsekuensi perilaku berisiko dan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Pelajar Diminta Tidak Mudah Terprovokasi
Selain membahas narkoba, tawuran, dan perundungan, sosialisasi tersebut memuat imbauan agar siswa tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Andry meminta pelajar lebih cermat menyikapi ajakan dari lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan mereka agar tidak mudah terprovokasi dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Kami juga mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam menyikapi ajakan dari lingkungan sekitar, tidak mudah terprovokasi, dan selalu mengutamakan keselamatan serta kegiatan positif,” kata Andry.
Ia mendorong siswa memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi.
“Gunakan masa muda untuk belajar, meraih prestasi, dan membanggakan orang tua,” ujarnya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya kemampuan pelajar dalam memilah pengaruh lingkungan. Sebab, tekanan pergaulan dapat mendorong remaja mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul.
Karena itu, siswa perlu membangun keberanian untuk menolak ajakan yang mengarah pada kekerasan, penyalahgunaan narkoba, atau tindakan yang merugikan orang lain.
Selain keberanian menolak perilaku negatif, pelajar juga perlu mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta bantuan ketika menghadapi tekanan, ancaman, atau perundungan.
Polsek Koja Perkuat Kerja Sama dengan Sekolah
Polsek Koja berharap kegiatan edukasi tersebut memperkuat kerja sama antara kepolisian, pihak sekolah, dan pelajar dalam mencegah kenakalan remaja.
Kolaborasi ini penting agar upaya pencegahan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut melalui komunikasi dan pembinaan di lingkungan pendidikan.
Pihak sekolah memiliki peran dalam membangun suasana belajar yang aman. Di sisi lain, kepolisian dapat memberikan edukasi mengenai keamanan dan konsekuensi perilaku yang melanggar hukum.
Pelajar pun perlu mengambil bagian dengan menjaga sikap, menghormati teman, dan melaporkan persoalan yang membutuhkan bantuan orang dewasa atau pihak berwenang.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Koja mendorong siswa SMP Al Khairiyah 1 untuk mengutamakan pendidikan serta menjauhi perilaku yang dapat menghambat masa depan mereka.
Pencegahan kenakalan remaja membutuhkan perhatian berkelanjutan dari seluruh pihak. Dengan komunikasi yang baik dan lingkungan yang mendukung, sekolah diharapkan menjadi ruang aman bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi.







