KAMMI Kota Bekasi Dorong Sinergi dengan Polres Jaga Kondusivitas

Bekasi – KAMMI Kota Bekasi bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat menemui Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana.

Pertemuan tersebut berlangsung di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (27/8/2026), untuk memperkuat komunikasi dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

Audiensi itu mempertemukan organisasi mahasiswa, kelompok kepemudaan, elemen masyarakat, dan kepolisian dalam membahas situasi Kota Bekasi.

Sejumlah organisasi turut hadir, antara lain KAMMI, LMND, Permasi, KAPEMASI, dan FKMB.

Ketua Umum KAMMI Daerah Kota Bekasi Muhamad Syafiq Afrizal mengapresiasi langkah kepolisian menjaga keamanan sekaligus mengedepankan pendekatan humanis dalam penegakan hukum.

“Kami mengapresiasi langkah Kapolres Metro Bekasi Kota beserta jajaran dalam menjaga keamanan dan melakukan penegakan hukum secara humanis,” ujar Syafiq.

Menurut Syafiq, keamanan wilayah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Ia menilai komunikasi yang terbuka antara aparat dan masyarakat dapat membantu mencegah munculnya kesalahpahaman serta potensi gangguan keamanan.

KAMMI Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Selain membahas sinergi keamanan, KAMMI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar melalui media sosial.

Syafiq meminta masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi,” katanya.

Menurutnya, sikap kritis terhadap informasi menjadi bagian penting dalam menjaga suasana Kota Bekasi tetap aman dan kondusif.

Ia juga menilai masyarakat perlu menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi karena dapat memicu keresahan di tengah publik.

Karena itu, literasi digital dan kebiasaan melakukan verifikasi menjadi penting ketika masyarakat menerima informasi sensitif mengenai keamanan maupun kondisi sosial.

KAMMI mendorong masyarakat menggunakan media sosial secara bertanggung jawab serta mengutamakan informasi yang memiliki sumber jelas.

Tantangan Keamanan Dinilai Semakin Kompleks

Ketua Kebijakan Publik Pengurus Daerah KAMMI Kota Bekasi Habibi menilai tantangan menjaga stabilitas keamanan di Kota Bekasi cukup kompleks.

Menurut Habibi, kondisi tersebut membutuhkan komunikasi berkelanjutan antara kepolisian, organisasi mahasiswa, pemuda, dan berbagai kelompok masyarakat.

“Situasi dan tantangan keamanan di Kota Bekasi cukup kompleks. Karena itu, KAMMI dan Polres Metro Bekasi Kota perlu terus membangun komunikasi,” tutur Habibi.

Ia menilai komunikasi tersebut tidak hanya diperlukan ketika terjadi persoalan, tetapi juga perlu dibangun melalui dialog secara rutin.

Dengan komunikasi yang konsisten, berbagai elemen masyarakat dapat menyampaikan aspirasi sekaligus memahami langkah kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat sipil untuk memberikan masukan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Kota Bekasi.

Habibi menegaskan bahwa KAMMI memiliki perhatian terhadap kehidupan demokrasi dan kebijakan publik selain menjalankan aktivitas kemahasiswaan.

Sebagai organisasi mahasiswa Islam, KAMMI mendorong generasi muda mengambil bagian dalam mengawal kebijakan pemerintah.

“Kami akan terus berkontribusi secara konstruktif dengan mengawal kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelas Habibi.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa perlu diarahkan melalui kritik, pengawasan, dan masukan yang konstruktif demi kepentingan masyarakat.

Bangun Ruang Dialog Polisi dan Masyarakat

Dalam pertemuan tersebut, Habibi juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana.

Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan kelompok masyarakat sipil di Kota Bekasi.

Kehadiran berbagai organisasi memperlihatkan adanya ruang komunikasi lintas kelompok dalam membahas keamanan dan kehidupan sosial masyarakat.

KAMMI menilai sinergi tersebut penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas Kota Bekasi.

Pada sisi lain, masyarakat membutuhkan saluran komunikasi yang terbuka untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun informasi kepada kepolisian.

Kolaborasi yang sehat juga dapat membantu membangun kepercayaan antara aparat penegak hukum dan masyarakat.

Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat perlu terus dijaga melalui forum yang terbuka dan konstruktif.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama lintas organisasi dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Bekasi.

Dengan komunikasi yang berkelanjutan, kepolisian dan masyarakat dapat bersama-sama mengantisipasi potensi gangguan sekaligus menjaga ruang demokrasi tetap sehat.