Bekasi Timur – Anggota DPRD Kota Bekasi, Dr. Evi Mafiningsianti, S.E., M.M., menampung aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Sekretariat RW 04, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, sekaligus meresmikan lapangan bulu tangkis untuk warga, Minggu (11/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Evi menegaskan komitmennya memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD agar usulan warga dapat masuk dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.
Evi, anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, juga mengajak masyarakat mengawal pembangunan serta menjaga fasilitas umum agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sejumlah warga RW 04 menghadiri pertemuan tersebut bersama para Sahabat Evi, Sekretaris Kelurahan, dan Ketua RW 04.
Selain menyerap aspirasi, Evi memberikan sumbangan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mengingatkan masyarakat agar merawat sarana lingkungan.
Kegiatan itu sekaligus menyoroti kebutuhan fasilitas publik, termasuk taman bermain di RT 17 serta lapangan di RT 04 dan RT 17.
Reses Menjadi Ruang Penyampaian Aspirasi
Reses memberi kesempatan kepada anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Melalui pertemuan tersebut, warga dapat menyampaikan persoalan lingkungan sekaligus mengusulkan program yang mereka nilai penting bagi kepentingan bersama.
Dalam kegiatan di Aren Jaya, Evi menyampaikan komitmennya membawa aspirasi warga ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD.
Ia berharap usulan masyarakat memperoleh perhatian dalam proses perencanaan pembangunan hingga pembahasan anggaran daerah.
Namun, penyampaian aspirasi dalam reses tidak otomatis menjamin seluruh usulan memperoleh alokasi anggaran.
Pemerintah daerah tetap menjalankan proses perencanaan berdasarkan ketentuan, prioritas pembangunan, serta kemampuan keuangan daerah.
Karena itu, warga perlu mengawal perkembangan usulan agar mengetahui sejauh mana kebutuhan mereka memperoleh tindak lanjut.
Masyarakat juga dapat meminta informasi mengenai tahapan pembahasan dan status setiap usulan melalui saluran komunikasi yang tersedia.
Dengan demikian, reses tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Keterlibatan warga membantu wakil rakyat memahami kebutuhan lapangan secara lebih konkret.
Sebaliknya, komunikasi yang berkelanjutan memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan aspirasi yang telah mereka sampaikan.
Peresmian Lapangan Bulu Tangkis dan Pemeliharaan Fasilitas
Selain menyerap aspirasi, Evi meresmikan lapangan bulu tangkis yang diperuntukkan bagi warga RW 04.
Fasilitas tersebut dapat mendukung kegiatan olahraga sekaligus memperluas ruang interaksi sosial masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Warga dapat memanfaatkan lapangan untuk berolahraga bersama, membangun kebersamaan, dan mendorong kebiasaan hidup aktif.
Meski demikian, manfaat fasilitas olahraga bergantung pada pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan.
Karena itu, Evi mengingatkan masyarakat agar menjaga sarana yang telah tersedia maupun fasilitas yang telah dibangun.
Perawatan bersama dapat membantu warga mempertahankan fungsi fasilitas sekaligus mencegah kerusakan akibat penggunaan yang tidak tepat.
Selain lapangan bulu tangkis, bahan informasi kegiatan menyebut taman bermain di RT 17 serta lapangan di RT 04 dan RT 17.
Keberadaan fasilitas tersebut berkaitan dengan kebutuhan warga terhadap ruang publik yang menunjang aktivitas sosial dan kegiatan sehari-hari.
Namun, informasi yang tersedia belum merinci kondisi setiap fasilitas, kebutuhan perbaikan, maupun anggaran pembangunannya.
Oleh sebab itu, penilaian mengenai kecukupan sarana lingkungan masih memerlukan data tambahan dari warga dan pihak terkait.
Masyarakat juga perlu memastikan penggunaan fasilitas berlangsung tertib agar seluruh warga memperoleh kesempatan yang adil.
Dengan pengelolaan yang baik, fasilitas publik dapat mendukung kegiatan masyarakat tanpa mengabaikan kepentingan kelompok lain.
Dukungan bagi UMKM dan Pengawasan Pembangunan
Dalam kegiatan reses tersebut, Evi turut memberikan sumbangan kepada pelaku UMKM.
Dukungan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan setempat.
UMKM memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui perdagangan, produksi barang, maupun penyediaan jasa.
Namun, bahan informasi kegiatan belum menjelaskan bentuk bantuan, nilai sumbangan, jumlah penerima, ataupun jenis usaha yang memperoleh dukungan.
Karena itu, dampak bantuan terhadap perkembangan usaha belum dapat dinilai berdasarkan informasi yang tersedia.
Agar dukungan memberikan manfaat berkelanjutan, pelaku UMKM juga memerlukan pengelolaan usaha yang baik serta akses terhadap pemasaran dan informasi pengembangan bisnis.
Di sisi lain, Evi mengajak warga mengawal dan memantau pembangunan di lingkungan mereka.
Partisipasi masyarakat dapat membantu memastikan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang telah direncanakan.
Warga dapat menyampaikan masukan apabila menemukan persoalan terkait fasilitas umum atau pelaksanaan program di lingkungan mereka.
Namun, pengawasan perlu mengutamakan fakta, komunikasi yang jelas, dan penyampaian laporan melalui mekanisme yang sesuai.
Langkah tersebut membantu masyarakat berpartisipasi secara konstruktif sekaligus mendorong transparansi pelaksanaan pembangunan.
Tindak Lanjut Menjadi Ukuran Keberhasilan Reses
Kegiatan di Sekretariat RW 04 mempertemukan penyerapan aspirasi, perhatian terhadap UMKM, dan peresmian fasilitas olahraga dalam satu agenda.
Meski demikian, manfaat reses perlu dinilai melalui tindak lanjut terhadap aspirasi warga, bukan semata-mata melalui pelaksanaan kegiatan.
Warga perlu mengetahui perkembangan usulan, mulai dari pencatatan kebutuhan hingga pembahasan dalam proses perencanaan daerah.
Sementara itu, wakil rakyat perlu menjaga komunikasi dengan masyarakat agar perkembangan aspirasi dapat dipantau secara terbuka.
Kejelasan informasi juga membantu warga membedakan usulan yang masih dalam pembahasan dari program yang telah memperoleh kepastian anggaran.
Pada akhirnya, pembangunan lingkungan membutuhkan partisipasi masyarakat, komunikasi dengan wakil rakyat, serta perencanaan yang memperhatikan kebutuhan bersama.
Melalui pengawasan dan pemeliharaan fasilitas secara konsisten, warga Aren Jaya dapat ikut menjaga manfaat pembangunan bagi lingkungan mereka.







