Jakarta – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Sunter 2, Jakarta Utara, Rabu (2/9/2026), setelah warga mendengar suara ledakan dari dalam bangunan.
Kobaran api kemudian membesar dan membakar sedikitnya lima kamar di rumah bernomor 154, RT 003/RW 014 tersebut.
Situasi sempat membuat warga panik karena khawatir api menjalar ke bangunan sekitar serta memicu ledakan susulan.
Petugas mengerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api sekaligus mencegah kobaran meluas.
Dua orang dilaporkan mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut dan mendapat penanganan medis di lokasi kejadian.
Puluhan Galon Ditemukan
Rumah tersebut diketahui ditempati seorang perempuan bernama Linda yang sehari-hari berjualan bensin.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sekitar 20 galon yang terbakar, sementara sejumlah galon lainnya diamankan polisi.
Pengamanan barang tersebut menjadi bagian dari penanganan kepolisian untuk mendukung proses penyelidikan penyebab kebakaran.
Sejumlah warga menduga rumah tersebut juga menjadi tempat penyimpanan bahan bakar minyak.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan penghuni rumah diduga sedang menuangkan bensin sebelum kebakaran terjadi.
Warga tersebut juga menyebut terdapat aktivitas memasak dan aktivitas merokok di sekitar lokasi sebelum api muncul.
Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Polisi masih memeriksa berbagai kemungkinan untuk memastikan faktor yang memicu munculnya api.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Kapolsek Koja Dr. H. Andry Suharto mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika menyimpan maupun menangani bahan bakar bensin.
“Bahan bakar bensin merupakan material yang mudah terbakar,” tegas Andry.
Ia meminta masyarakat tidak menangani bahan bakar secara sembarangan, terutama ketika terdapat sumber api di sekitarnya.
“Masyarakat diimbau tidak menyimpan atau menangani bahan bakar bensin secara sembarangan, terlebih di dekat sumber api,” ujarnya.
Menurut Andry, kehati-hatian diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran yang dapat membahayakan penghuni maupun masyarakat sekitar.
Ia juga menyampaikan bahwa petugas berhasil memadamkan api setelah melakukan penanganan di lokasi.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan,” kata Andry.
Penyimpanan Bensin Masih Didalami
Pascakebakaran, polisi masih mendalami kondisi rumah serta aktivitas yang berlangsung sebelum api muncul.
Penyelidikan juga mencakup keberadaan bahan bakar bensin di lokasi dan kemungkinan faktor yang memicu kebakaran.
Petugas akan mencocokkan keterangan saksi dengan temuan di lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai rangkaian kejadian.
Langkah tersebut penting untuk memastikan penyebab kebakaran berdasarkan bukti, bukan semata-mata dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Polisi juga perlu memastikan status dan penggunaan galon-galon yang ditemukan di lokasi sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Sementara itu, warga di sekitar lokasi diharapkan tetap waspada terhadap potensi bahaya bahan bakar yang mudah terbakar.
Peristiwa di Sunter 2 menjadi pengingat bahwa penanganan bahan bakar membutuhkan kehati-hatian tinggi dan pengamanan yang memadai.
Hingga penyelidikan selesai, penyebab pasti kebakaran serta dugaan aktivitas penyimpanan bahan bakar di rumah tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.







