Dumai – Laut Dumai pagi itu tampak berbeda. Tiga kapal perang Indonesia sandar gagah di Dermaga TNI Angkatan Laut Bangsal Aceh, Kota Dumai, Kamis (28/5/2025). Salah satunya adalah KRI Bontang-907 — kapal tanker canggih milik TNI AL yang menjadi andalan dalam operasi pengamanan perbatasan.
Kedatangan kapal-kapal perang ini disambut langsung oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S., bersama para pejabat utama Lanal Dumai. Kehadiran mereka bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari operasi besar: Satgas Malaka Ghora 2025, misi pengamanan perairan strategis Indonesia-Malaysia.
Di atas geladak KRI Bontang, turut hadir perwira tinggi TNI AL: Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Anung Sutanto, S.Sos., M.Si., M.Han., dan Asisten Intelijen Danguskamla I, Kolonel Laut (P) Wahyu Rozana. Keduanya memimpin langsung penguatan armada laut di wilayah barat Indonesia.
KRI Bontang bukan kapal sembarangan. Kapal ini mampu berlayar 30 hari non-stop, mengisi bahan bakar kapal lain di tengah laut (Replenishment At Sea), dan bahkan menjadi landasan bagi helikopter medium. Dengan teknologi modern dan daya tempur tinggi, kapal ini ditunjuk sebagai kapal markas dalam gugus tugas pengamanan Selat Malaka—salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
“Selamat datang para ksatria Jalasena di Bumi Lancang Kuning,” ucap Kolonel Haris dalam sambutannya. Ia menegaskan kesiapan Lanal Dumai mendukung penuh operasi pengamanan wilayah perairan yang rawan penyelundupan dan pelanggaran batas laut.
Bersama KRI Bontang-907, turut bersandar KRI Kerambit-627 dan KRI Bung Karno-369. Ketiganya siap menjalankan operasi laut terpadu sebagai perisai kedaulatan Indonesia.
Langit Dumai pagi itu jadi saksi: negara hadir di batas samudra, bukan hanya dengan semangat, tapi dengan kekuatan penuh.
(Lanal Dumai)







