Nias Selatan – SD Negeri 071126 Baluta, Kecamatan Tanah Masa, Kabupaten Nias Selatan, hanya memiliki dua ruang kelas untuk enam jenjang pendidikan.
Kondisi tersebut membuat sekolah menggabungkan sejumlah kelas dalam satu ruangan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Hingga Minggu (16/8/2026), keterbatasan ruang belajar itu masih menjadi perhatian masyarakat Desa Baluta dan pihak sekolah.
Sekolah harus menampung siswa kelas I hingga VI hanya dalam dua ruang, sehingga guru mengajar beberapa jenjang secara bersamaan.
Ruang pertama digunakan siswa kelas I dan IV, sedangkan ruang kedua menampung siswa kelas II, III, V, dan VI.
Situasi tersebut membuat guru menghadapi tantangan ketika menyampaikan materi berbeda kepada siswa dalam satu ruangan.
Kondisi itu juga berpotensi mengganggu konsentrasi siswa karena beberapa proses pembelajaran berlangsung bersamaan dengan materi berbeda.
Selain ruang belajar, sekolah juga menghadapi keterbatasan tenaga pendidik yang hingga kini belum memenuhi kebutuhan pembelajaran seluruh jenjang.
Enam Guru Honorer Layani Enam Jenjang
SD Negeri 071126 Baluta saat ini memiliki enam guru honorer, satu guru paruh waktu, dan satu guru ASN.
Guru ASN tersebut sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah sehingga jumlah tenaga pendidik menjadi persoalan lain yang perlu mendapat perhatian.
Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah dan masyarakat meminta pemerintah melihat langsung kebutuhan pendidikan di Desa Baluta.
Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Dinas Pendidikan, dan DPRD Kabupaten Nias Selatan turun meninjau kondisi sekolah.
Masyarakat secara khusus meminta anggota DPRD dari Dapil VI Kepulauan melihat langsung keterbatasan fasilitas pendidikan tersebut.
Menurut pihak sekolah, pembangunan ruang kelas baru menjadi kebutuhan mendesak untuk memisahkan kegiatan belajar sesuai jenjang masing-masing.
Penambahan ruang juga akan membantu guru menyampaikan materi secara lebih fokus tanpa harus berbagi satu ruangan dengan kelas berbeda.
Dengan ruang belajar yang memadai, siswa dapat mengikuti pelajaran dalam suasana lebih tertib dan nyaman.
Sementara itu, penambahan tenaga pendidik juga diperlukan agar sekolah mampu memberikan layanan pembelajaran sesuai kebutuhan setiap kelas.
Warga Minta Pemerintah Tidak Menunda
Tokoh masyarakat Desa Baluta Yunus Gowasa menilai pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi pendidikan di wilayah tersebut.
Menurut Yunus, pendidikan menjadi investasi penting bagi masa depan anak-anak sehingga pemerintah harus memastikan fasilitas dasar tersedia secara layak.
“Kami berharap Bupati Nias Selatan, Dinas Pendidikan, serta DPRD Dapil VI Kepulauan turun langsung melihat kondisi sekolah ini,” ujar Yunus.
Ia menegaskan anak-anak Desa Baluta memiliki hak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak seperti siswa di sekolah lainnya.
“Penambahan ruang kelas dan tenaga pendidik sangat dibutuhkan agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” katanya.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera menyusun langkah konkret untuk menjawab kebutuhan ruang belajar dan tenaga pendidik.
Aspirasi tersebut juga menyentuh persoalan pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Pemerintah daerah perlu melihat kondisi sekolah berdasarkan kebutuhan riil di lapangan agar kebijakan pembangunan tidak hanya bertumpu pada data administratif.
Peninjauan langsung juga penting untuk memastikan kebutuhan ruang kelas, tenaga pendidik, serta fasilitas pendukung memperoleh perencanaan yang tepat.
Pendidikan Layak Jadi Harapan Warga
Masyarakat Desa Baluta berharap pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan ruang kelas baru sesuai kemampuan dan prioritas daerah.
Selain pembangunan fisik, mereka meminta pemerintah memperhatikan ketersediaan guru agar penambahan ruang kelas berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena sekolah melayani enam tingkat pendidikan dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah memberikan penjelasan mengenai rencana penanganan kondisi sekolah apabila pembangunan belum dapat terlaksana dalam waktu dekat.
Keterbukaan mengenai perencanaan menjadi penting agar pihak sekolah dan masyarakat mengetahui arah kebijakan pemerintah.
Bagi warga Baluta, persoalan tersebut bukan sekadar keterbatasan bangunan, tetapi menyangkut kesempatan anak-anak memperoleh proses pendidikan yang layak.
Karena itu, mereka mendorong pemerintah menjadikan kondisi SD Negeri 071126 Baluta sebagai bagian dari prioritas peningkatan layanan pendidikan.
Masyarakat juga berharap anggota legislatif dari wilayah kepulauan dapat membawa persoalan tersebut ke dalam pembahasan anggaran dan kebijakan pendidikan.
Langkah konkret pemerintah menjadi harapan warga agar kegiatan belajar mengajar tidak terus berlangsung dengan sistem penggabungan kelas.
Jika kebutuhan ruang belajar dan tenaga pendidik terpenuhi, sekolah dapat mengatur pembelajaran secara lebih efektif sesuai tingkat pendidikan.
Pada akhirnya, masyarakat Desa Baluta menunggu respons pemerintah terhadap kondisi sekolah yang selama ini mereka nilai membutuhkan perhatian lebih serius.
Mereka berharap pembangunan fasilitas pendidikan tidak tertunda sehingga anak-anak dapat belajar dalam ruang yang aman, nyaman, dan mendukung konsentrasi.
Pemenuhan kebutuhan tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Tanah Masa.
Warga pun meminta pemerintah hadir melalui kebijakan yang konkret, terukur, dan sesuai kebutuhan pendidikan anak-anak Desa Baluta. #Jadarman







