Kab. Bekasi – Evaluasi satu tahun kepemimpinan Kabupaten Bekasi memicu kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Ketua Barisan Rakyat Ahmad Syahbana menyoroti kepemimpinan Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja yang dilantik 20 Februari 2025.
Ia menyinggung operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyeret nama keluarga bupati dalam dugaan gratifikasi proyek APBD.
“Peristiwa itu melukai kepercayaan publik dan menunjukkan praktik KKN masih tumbuh di Kabupaten Bekasi,” tegas Ahmad kepada media.
Ia juga menilai sejumlah janji kampanye belum menunjukkan realisasi nyata selama setahun masa jabatan berjalan.
Menurutnya, slogan Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera belum tercermin dalam capaian sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketenagakerjaan.
Ahmad mendesak Asep Surya Atmaja yang kini menjabat pelaksana tugas bupati agar segera menjalankan prioritas RPJMD 2025–2029.
“Jangan biarkan program hanya menjadi dokumen di atas kertas tanpa langkah konkret,” ujarnya.
Ia juga meminta komitmen terbuka untuk menolak korupsi, kolusi, dan nepotisme demi memulihkan kepercayaan masyarakat.
“Kami akan mengawal pemerintahan dan memastikan tidak ada lagi praktik KKN yang merugikan rakyat Bekasi,” tutupnya.







