Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Tunjukkan Empati, Bantu Warga yang Tengah Berduka

Timika, 29 Mei 2025 — Duka masih menyelimuti keluarga besar mendiang Ibu Kepala Kampung Pigapu, istri dari Bapak Sebastian Mapareyau. Dalam tradisi masyarakat setempat, peringatan 7 hari wafatnya seorang anggota keluarga adalah momen penting yang sarat makna spiritual dan sosial. Di tengah suasana tersebut, Satgas TMMD ke-124 Kodim 1710/Mimika hadir, membawa bukan hanya bantuan sembako, tapi juga dukungan moral dan kepedulian yang tulus.

Dansatgas TMMD ke-124, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, melalui Pasiter Satgas, Kapten Inf Teguh Heru Ponco, menyerahkan bantuan secara langsung kepada keluarga duka. Bantuan berupa sembako dan dana duka itu diberikan sebagai bentuk empati dan solidaritas dari jajaran TNI kepada masyarakat yang sedang mengalami kehilangan.

“Komandan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung, namun beliau menitipkan pesan bahwa bantuan ini diberikan dengan keikhlasan hati. Jangan lihat dari nilainya, semoga bisa sedikit meringankan beban keluarga,” kata Kapten Teguh kepada keluarga dan warga yang hadir.

Dalam suasana yang penuh haru, Pasiter juga mengajak warga untuk terus mempererat rasa kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Komunikasi sosial pun terjalin hangat antara anggota Satgas dan warga yang hadir dalam upacara adat tersebut.

Bapak Sebastian Mapareyau, mewakili keluarga, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh Satgas TMMD.

“Di tengah kesedihan kami, perhatian dari Bapak Dandim dan jajaran sangat menguatkan. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk kasih sayang dan penghormatan yang sangat berarti bagi keluarga kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberadaan TMMD di tengah masyarakat bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan sosial yang kuat, penuh kepedulian dan kemanusiaan.

Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika terus menunjukkan bahwa TNI bukan hanya sahabat rakyat dalam pembangunan, tetapi juga saudara dalam setiap suka dan duka. Kebersamaan dan solidaritas seperti inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia dari pelosok-pelosok negeri.

(Kodim 1710/Mimika)