Polsek Metro Penjaringan Kerahkan 55 Personel, KRYD Intensif Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Jakarta, Sabtu (30/5/2026) – Polsek Metro Penjaringan bersama Polres Metro Jakarta Utara menggelar KRYD untuk menekan tawuran dan kejahatan jalanan.

Sebanyak 55 personel gabungan turun langsung dalam operasi yang dimulai pukul 23.10 WIB hingga Minggu dini hari.

Kasubag Binops Bag Ops Polres Metro Jakarta Utara, Nanang Irianto, memimpin kegiatan dengan dukungan kendaraan patroli roda empat dan roda dua.

Petugas menyasar sejumlah titik rawan seperti Rusun Muara Baru, Pasar Ikan, hingga kawasan Pluit Timur.

Selain itu, patroli juga menjangkau Pos Pam Kertajaya, Gedong Panjang, Muara Baru, serta Jembatan DHI Kapuk Muara.

Petugas fokus mengantisipasi tawuran, balap liar, geng motor, serta peredaran minuman keras yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Selanjutnya, personel melakukan patroli mobile sekaligus pemantauan jalur yang sering dilintasi kelompok motor pada malam hari.

Petugas juga mengawasi lokasi yang diduga menjadi titik berkumpul remaja guna mencegah potensi konflik sosial.

Dalam operasi stasioner di Jalan Pluit Raya Selatan, petugas memeriksa kendaraan dan pengendara yang melintas secara selektif.

Hasilnya, petugas mengamankan empat sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen sah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kendaraan tersebut meliputi Honda Beat, Honda Scoopy, serta dua unit sepeda motor lain tanpa kelengkapan administrasi.

Penindakan dan Patroli Hunting Perkuat Pencegahan

Petugas menindak kendaraan tanpa dokumen sebagai langkah preventif terhadap potensi kejahatan jalanan.

Selanjutnya, personel melaksanakan patroli hunting dengan rute panjang melintasi Pluit hingga Kapuk Muara.

Rute patroli meliputi Pluit Selatan Raya, Muara Baru, Pluit Timur, hingga kawasan Bandengan dan Teluk Gong.

Petugas terus bergerak dinamis untuk menutup ruang gerak pelaku tawuran, begal, dan balap liar.

Selama patroli berlangsung, petugas tidak menemukan aksi kriminalitas menonjol di sepanjang rute yang dilalui.

Situasi wilayah terpantau aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir pada Minggu dini hari.

Kapolsek Metro Penjaringan, Agta Bhuwana Putra, menegaskan komitmen menjaga keamanan wilayah secara konsisten.

“KRYD menjadi bentuk kehadiran Polri untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas,” ujar Agta Bhuwana Putra.

Ia menambahkan bahwa petugas tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga menutup ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.

“Kami mengajak masyarakat bersama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” lanjutnya.

Polsek Metro Penjaringan menilai kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya menekan angka kriminalitas serta mencegah konflik sosial di masyarakat.

Dengan demikian, kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh warga.

Kegiatan KRYD akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai strategi preventif menjaga keamanan Jakarta Utara.