Polsek Koja Ingatkan Pelajar Bahaya Tawuran dan Aksi Anarkis

Jakarta Utara – Polsek Koja mengajak pelajar SMK Tanjung Priok 1 menjauhi tawuran dan kenakalan remaja melalui program Police Go to School, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan pukul 09.00 WIB di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, itu juga mendorong pelajar menjaga keamanan sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

Melalui program Bapak Asuh, personel kepolisian menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas kepada para pelajar.

Petugas menekankan pentingnya pengendalian diri, kepatuhan terhadap aturan, serta keberanian menolak ajakan yang berpotensi memicu kekerasan.

Selain menyasar pelajar, kegiatan tersebut mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor dan memperhatikan pelaporan tamu yang menginap lebih dari 1 x 24 jam.

Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Hendry Hartanto, S.H., mengatakan pembinaan di sekolah menjadi salah satu upaya membangun kesadaran generasi muda mengenai keamanan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar dapat menjauhi tawuran dan berbagai bentuk kenakalan remaja, serta mampu menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Hendry.

Ia juga mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat mendampingi generasi muda agar mampu menghadapi pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

Pelajar Diajak Fokus Belajar dan Menjauhi Tawuran

Dalam kegiatan tersebut, Kasie Humas Polsek Koja, Aipda Hendrik Marbun, mengingatkan pelajar agar fokus belajar dan tidak mudah terhasut mengikuti tawuran maupun aksi unjuk rasa anarkis.

Ia mendorong para pelajar mengejar cita-cita melalui pendidikan dan perilaku positif yang membanggakan keluarga.

“Raihlah cita-cita setinggi mungkin dan bisa membanggakan orang tua,” pesan Hendrik Marbun di hadapan para pelajar.

Pesan itu menekankan pentingnya pendidikan dan pengendalian diri ketika pelajar menghadapi tekanan teman sebaya atau ajakan melakukan tindakan berisiko.

Namun, pencegahan tawuran membutuhkan upaya berkelanjutan, bukan hanya imbauan saat polisi mengunjungi sekolah.

Orang tua, guru, dan masyarakat perlu membangun komunikasi dengan pelajar serta mengenali potensi konflik sejak awal.

Dengan pendampingan yang konsisten, berbagai pihak dapat membantu pelajar menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Polisi Perkuat Komunikasi dengan Sekolah dan Masyarakat

Kegiatan di SMK Tanjung Priok 1 melibatkan AKP Hendry Hartanto, Aiptu Hendrik Utomo, S.H., Aipda Hendrik Marbun, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Lagoa, Bripka Edhi Kuswanto.

Kehadiran personel tersebut bertujuan memperkuat komunikasi antara kepolisian, pelajar, sekolah, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurut Hendry, kerja sama berbagai pihak dapat membantu membangun kesadaran generasi muda mengenai tanggung jawab menjaga ketertiban.

Karena itu, sekolah dan keluarga perlu menciptakan ruang komunikasi yang mendorong pelajar menyampaikan persoalan sebelum berkembang menjadi konflik.

Di sisi lain, masyarakat dapat membantu dengan melaporkan potensi gangguan keamanan kepada petugas setempat.

Pendekatan edukatif dan kolaboratif tersebut diharapkan memperkuat pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah maupun permukiman.

Warga Diimbau Waspadai Curanmor

Selain menyampaikan pesan kepada pelajar, petugas mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor atau curanmor.

Salah satu langkah pencegahan yang disarankan ialah menggunakan kunci pengaman tambahan ketika memarkir kendaraan.

Langkah tersebut dapat menambah lapisan pengamanan, terutama saat pemilik meninggalkan kendaraan di tempat umum atau lokasi yang minim pengawasan.

Petugas juga mengingatkan warga mengenai pelaporan tamu yang menginap lebih dari 1 x 24 jam kepada pengurus RT dan RW sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai dugaan gangguan kamtibmas kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Koja.

Hendry turut mengimbau warga memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila mengetahui atau menemukan indikasi gangguan keamanan.

Pelaporan yang jelas dan bertanggung jawab dapat membantu petugas menilai informasi serta menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Melalui kegiatan ini, Polsek Koja mendorong keterlibatan pelajar dan masyarakat dalam menjaga ketertiban secara bersama-sama.

Keberlanjutan pembinaan, komunikasi keluarga, dan kepedulian lingkungan menjadi unsur penting dalam mencegah tawuran serta menciptakan suasana sekolah yang aman.