Jakarta Utara – Polsek Cilincing memperkuat koordinasi dengan pengurus RT/RW dan warga untuk mencegah tawuran serta kenakalan remaja melalui sambang dialogis di Kelurahan Cilincing, Selasa (20/10/2026) malam.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri, S.T.K., S.I.K., memimpin kegiatan di Sekretariat RW 04, Kecamatan Cilincing, mulai pukul 20.00 hingga 21.20 WIB.
Pertemuan tersebut membahas upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk pencegahan tawuran, kenakalan remaja, serta penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Dalam dialog itu, polisi mengajak orang tua, pengurus lingkungan, dan warga meningkatkan kepedulian terhadap perilaku remaja yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Bobi menegaskan, kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat untuk mendeteksi persoalan sejak dini dan mencegah konflik berkembang menjadi tindakan yang merugikan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya dalam mengantisipasi potensi tawuran dan kenakalan remaja. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif,” ujar Bobi.
Selain mendorong pengawasan keluarga, ia meminta pengurus RT/RW segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Menurutnya, komunikasi, edukasi, dan pembinaan perlu menjadi langkah utama untuk mencegah keterlibatan remaja dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pengurus Lingkungan Menghadapi Kendala Pembinaan
Ketua RW 04 Cilincing, Zaelani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Polsek Cilincing dan komunikasi langsung dengan pengurus wilayah.
Ia berharap koordinasi antara polisi, pengurus RT/RW, orang tua, dan warga terus berjalan untuk mencari solusi atas persoalan kenakalan remaja.
Namun, Ketua RT 13, Drajat, mengungkapkan bahwa pengurus lingkungan masih menghadapi kendala saat menasihati anak-anak agar tidak mengikuti tawuran.
Menurut Drajat, sebagian remaja merespons teguran dengan perkataan kasar sehingga pengurus lingkungan membutuhkan dukungan untuk menjalankan pembinaan secara lebih efektif.
Pengalaman tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi pengurus lingkungan ketika berupaya mencegah tawuran melalui pendekatan langsung kepada remaja.
Karena itu, komunikasi dengan keluarga dan pendampingan dari kepolisian diharapkan membantu pengurus menemukan pendekatan yang sesuai.
Di sisi lain, pembinaan perlu mengutamakan dialog dan pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi remaja agar pesan pencegahan dapat diterima tanpa memperuncing konflik.
Polisi Dorong Edukasi bagi Remaja yang Terindikasi Terlibat Tawuran
Menanggapi masukan pengurus lingkungan, jajaran Polsek Cilincing mendorong penguatan koordinasi dengan RT/RW untuk menghadirkan remaja yang terindikasi terlibat tawuran dalam kegiatan edukasi dan pembinaan.
Langkah tersebut bertujuan membantu remaja memahami risiko tawuran serta dampaknya terhadap keselamatan, pendidikan, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Kanit Intelkam Polsek Cilincing AKP Beni J. Simbolon menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam upaya pencegahan.
Menurut Beni, pembinaan secara langsung diperlukan agar remaja memahami dampak negatif tawuran dan tidak mengulangi tindakan yang merugikan.
Selain itu, keterlibatan keluarga dapat membantu pengawasan sehari-hari sekaligus membuka ruang komunikasi ketika remaja menghadapi masalah.
Namun, upaya pembinaan membutuhkan koordinasi berkelanjutan agar tidak berhenti pada pertemuan sesaat atau imbauan semata.
Melalui kerja sama tersebut, polisi dan pengurus lingkungan diharapkan dapat merespons potensi konflik lebih awal dengan pendekatan yang tepat.
Kapolsek Tekankan Kerja Sama Berkelanjutan
Bobi kembali menegaskan bahwa kepolisian tidak dapat menjaga keamanan lingkungan tanpa partisipasi masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian kita semua, mari wujudkan lingkungan yang aman, kondusif, serta masa depan generasi muda yang lebih baik,” tambah Bobi.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pembagian peran antara kepolisian, orang tua, pengurus lingkungan, dan warga dalam mencegah tawuran.
Polisi berperan menindaklanjuti laporan serta memberikan pembinaan sesuai kewenangannya, sedangkan keluarga dan masyarakat dapat membantu mengenali potensi masalah sejak awal.
Sementara itu, pengurus RT/RW dapat memperkuat komunikasi antarwarga dan menyampaikan informasi kepada petugas ketika menemukan indikasi gangguan keamanan.
Melalui sambang dialogis di Sekretariat RW 04, Polsek Cilincing berharap warga semakin terbuka berkomunikasi dengan kepolisian.
Keberlanjutan koordinasi dan pembinaan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman sekaligus mencegah kenakalan remaja berkembang menjadi konflik yang lebih luas.







