Police Go to School, Kapolsek Koja Ingatkan Pelajar Tak Terprovokasi

Jakarta – Polsek Koja mengingatkan pelajar SMK Nusantara 2 agar tidak mudah terprovokasi informasi dan ajakan unjuk rasa yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Kapolsek Koja Kompol Dr. H. Andry Suharto, SH., MH., menyampaikan imbauan tersebut saat memimpin Police Go to School, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB di SMK Nusantara 2, Kampung Beting, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Andry hadir bersama sejumlah personel kepolisian dan Satpol PP untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada para siswa.

Dalam kesempatan itu, Andry meminta pelajar menyikapi informasi media sosial secara kritis sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.

Ia menilai informasi tanpa verifikasi dapat memicu kesalahpahaman dan mendorong seseorang mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Karena itu, ia meminta siswa memeriksa sumber informasi dan memastikan kebenarannya sebelum meneruskan informasi kepada orang lain.

“Kami mengimbau para pelajar untuk fokus belajar dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” ujar Andry.

Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak mengikuti ajakan kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Andry, pelajar memiliki tanggung jawab utama untuk mengikuti pendidikan serta menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif.

Polisi Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial

Selain itu, Andry meminta siswa menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan tidak menjadikannya sarana untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Ia menekankan pentingnya sikap kritis karena arus informasi digital dapat bergerak cepat dan menjangkau banyak orang dalam waktu singkat.

Dengan demikian, kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting dalam menjaga diri sekaligus mencegah munculnya gangguan kamtibmas.

Andry juga meminta siswa segera pulang setelah kegiatan belajar selesai dan menghindari aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Polsek Koja menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendekatan kepolisian kepada kalangan pelajar melalui komunikasi langsung di lingkungan pendidikan.

Melalui pendekatan itu, polisi berupaya membangun kesadaran pelajar mengenai keamanan, ketertiban, serta tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi antara kepolisian, sekolah, dan siswa untuk membahas potensi persoalan yang dapat muncul di lingkungan pendidikan.

Kepala SMK Nusantara 2 Drs. Subiyarto, M.Hum., turut menghadiri kegiatan bersama Wakil Kepala Sekolah Harso Wibowo.

Bagian kesiswaan Krisna dan Haryono dari bagian BP juga hadir mendampingi kegiatan Police Go to School tersebut.

Pihak sekolah bersama kepolisian kemudian memperkuat pesan agar siswa menjaga ketertiban dan mengutamakan kepentingan pendidikan.

Polsek Koja berharap komunikasi rutin dengan pihak sekolah dapat membantu mencegah pelajar terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

Selain itu, kepolisian mendorong sekolah terus memberikan pendampingan agar siswa mampu menghadapi derasnya informasi digital secara bijak.

Kegiatan Police Go to School berakhir dengan situasi aman dan kondusif di lingkungan SMK Nusantara 2 serta wilayah sekitarnya.

Polsek Koja menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar akan terus diarahkan untuk memperkuat kesadaran hukum, disiplin, dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.