Polda Lampung Perluas Pencarian Lima Wartawan dan Tiga Kru Kapal

Lampung – Polda Lampung memperkuat operasi SAR untuk mencari delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda, Rabu (9/9/2026).

Delapan orang tersebut terdiri atas lima wartawan dan tiga kru kapal yang berlayar dari Pantai Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau.

Rombongan menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sebelum kehilangan komunikasi.

Memasuki hari kedua pencarian, kepolisian memperluas penyisiran bersama Basarnas Lampung dan unsur SAR terkait.

Personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang turut bergabung dalam operasi pencarian tersebut.

Selain itu, dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri ikut memperkuat operasi di perairan Selat Sunda.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan seluruh unsur terus mengoptimalkan pencarian.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Menurut Yuni, kepolisian menyiagakan personel dan sarana pendukung dengan tetap memperhatikan keselamatan selama operasi berlangsung.

Kontak Terakhir Terputus di Tengah Pelayaran

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu wartawan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB.

Namun, komunikasi dengan rombongan terputus sekitar pukul 15.04 WIB dan hingga kini belum kembali terhubung.

Tim SAR kemudian menggunakan informasi titik komunikasi terakhir sebagai salah satu dasar menentukan wilayah pencarian.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, dan Yudhis dari iNews.

Kemudian, Daus dari Anadolu serta Donal yang bekerja sebagai jurnalis freelance juga berada dalam rombongan tersebut.

Selain kelima wartawan, tiga kru kapal turut berada di dalam speedboat ketika rombongan kehilangan kontak.

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun mengatakan pihaknya memperluas penyisiran berdasarkan sejumlah parameter pencarian.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi,” kata Erick.

Ia meminta seluruh personel menjaga keselamatan dan melaporkan perkembangan operasi secara berkala.

Pertimbangan cuaca dan arus menjadi bagian penting dalam menentukan pola penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda.

Penyisiran Menjangkau Sejumlah Perairan

Pada Rabu pagi, tim SAR melaksanakan apel kesiapan penebalan operasi pencarian gabungan.

Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono memimpin apel tersebut sebelum personel bergerak menuju wilayah pencarian.

Tim kemudian menyisir sejumlah perairan yang berkaitan dengan jalur pelayaran maupun kemungkinan keberadaan rombongan.

Area pencarian mencakup perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi, hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang ikut melakukan penyisiran.

Dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri juga mendukung pencarian menggunakan sarana patroli.

Sementara itu, Basarnas Lampung mengerahkan empat personel dalam operasi SAR gabungan tersebut.

Seluruh unsur bergerak berdasarkan informasi terakhir yang tersedia dan kondisi perairan saat operasi berlangsung.

Polda Lampung juga terus berkoordinasi dengan Basarnas serta unsur terkait untuk memperluas jangkauan pencarian.

Polisi Minta Informasi Masyarakat

Yuni menegaskan fokus utama operasi saat ini ialah menemukan delapan orang tersebut dan memberikan pertolongan apabila tim menemukan mereka.

“Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Ia berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Yuni.

Polisi juga meminta masyarakat atau pihak lain yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan segera menghubungi petugas.

Informasi sekecil apa pun dapat membantu tim mempersempit wilayah pencarian dan menentukan langkah berikutnya.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujar Yuni.

Hingga Rabu, operasi SAR masih berlangsung dengan mengerahkan kapal patroli dan personel gabungan di sejumlah wilayah perairan.

Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan melanjutkan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut diketahui.

Operasi itu sekaligus menjadi upaya terpadu untuk mempercepat pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi lapangan.