Magelang, Jawa Tengah, 30 Mei 2026 – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara Prasetia Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-34, Sabtu.
Sebanyak 367 siswa resmi menyelesaikan pendidikan setelah menjalani pembinaan akademik dan karakter selama tiga tahun di lingkungan pendidikan berbasis kedisiplinan.
Panglima TNI menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang dan semakin kompleks.
Ia menilai alumni Taruna Nusantara harus mampu menjawab tantangan zaman melalui kapasitas adaptif, integritas kuat, serta karakter kepemimpinan.
“Kalian meninggalkan kenyamanan keluarga untuk ditempa dalam lingkungan disiplin, integritas, kepemimpinan, serta kecintaan kepada tanah air,” ujar Panglima TNI.
Ia menekankan bahwa proses pendidikan tersebut membentuk fondasi kuat bagi generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa.
Selain itu, ia menyoroti percepatan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kehadiran generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh secara moral dan ideologis.
“Perkembangan teknologi dan geopolitik global menuntut generasi muda yang adaptif, kreatif, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan kuat,” tegasnya.
Ia kemudian mengingatkan bahwa tantangan global tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut nilai dan identitas bangsa.
Karena itu, ia meminta para alumni menjaga integritas sebagai prinsip utama dalam setiap langkah kehidupan mereka ke depan.
Ia juga menegaskan bahwa kontribusi nyata alumni akan menentukan kualitas masa depan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Fokus Pembinaan Karakter dan Kepemimpinan
Panglima TNI menjelaskan bahwa pendidikan Taruna Nusantara tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter secara menyeluruh.
Ia menyebut sistem pendidikan tersebut mengintegrasikan disiplin, nasionalisme, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Menurutnya, pendekatan tersebut menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan nasional maupun global secara seimbang.
Ia menilai alumni memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di berbagai sektor kehidupan bangsa.
Selain itu, ia mendorong alumni untuk terus belajar, berinovasi, serta memperluas wawasan dalam menghadapi perkembangan zaman.
Ia juga mengingatkan bahwa kompetisi global menuntut kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Panglima TNI menegaskan bahwa karakter kuat menjadi pembeda utama di tengah kompetisi tersebut.
Ia kemudian mengajak seluruh alumni untuk tetap menjaga semangat kebangsaan dan persatuan dalam setiap aktivitas mereka.
“Kami berharap kalian terus berkarya, mengabdi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Upacara tersebut menghadirkan sejumlah pejabat negara dan pimpinan lembaga, termasuk Menteri Sekretaris Negara, Kepala Staf Angkatan Laut, serta unsur Forkopimda Jawa Tengah.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap pembinaan generasi muda sebagai aset strategis bangsa.
Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib, sekaligus menandai awal perjalanan baru para alumni dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas komitmen institusi pendidikan dalam mencetak generasi unggul yang berintegritas dan berdaya saing global.







