Mak-Mak PWT Kembali Turun ke Jalan, Soroti Ekonomi hingga Korupsi

Jakarta, Gerakan emak-emak kembali menggeliat dan menyita perhatian publik saat Persatuan Wanita Tangguh (PWT) menggelar aksi di Tugu Tani, Jakarta, Jumat (19/11/2026).

Sebanyak lebih dari 50 peserta mengikuti aksi tersebut di bawah koordinasi Vera Koto yang akrab dikenal sebagai Yeni Vera Rika.

Dalam aksinya, PWT secara tegas menuntut pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG)menurutnya program yang tidak efektif.

Selanjutnya, mereka meminta pemerintah mengalihkan anggaran negara untuk pendidikan gratis ,BPJS dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Selain itu, mereka mendesak aparat memperketat pengawasan terhadap para pejabat di seluruh tingkatan pemerintahan.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut penegak hukum menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku korupsi tanpa pandang bulu.

Mereka juga meminta pemerintah menghentikan penggunaan uang rakyat yang tidak disertai pertanggungjawaban yang jelas dan transparan.

Menurut Vera, Presiden dan Wakil Presiden harus lebih cermat membaca kondisi ekonomi yang saat ini langsung dirasakan masyarakat tingkat RT.

Oleh sebab itu, ia mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku korupsi.

Bahkan, ia menyebut pelaku korupsi sebagai pengkhianat bangsa karena merugikan rakyat dan menghambat kemajuan negara.