Langkat – Warga kembali bergerak setelah banjir bandang memutus akses utama tiga desa di Kecamatan Wampu dan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga.
Kini warga Besilam Bukit Lembasa, Kebun Balik, dan Banjaran Raya kembali beraktivitas karena jembatan darurat sudah berdiri kokoh.
TNI melalui Batalyon Zeni Tempur bersama PTPN IV PalmCo dan PT Langkat Nusantara Kepong mempercepat pembangunan Jembatan Bailey sepanjang 30 meter.
Kolaborasi tersebut membuka kembali jalur distribusi hasil pertanian sekaligus memulihkan mobilitas harian masyarakat yang sempat terisolasi total.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau langsung lokasi pembangunan bersama jajaran Korem, Kodim, Muspika, dan tokoh masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya kerja cepat saat bencana agar masyarakat segera bangkit dari keterpurukan.
“Kami mengapresiasi sinergi semua pihak karena kolaborasi mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujar Hendy saat peninjauan.
PTPN IV PalmCo juga memperluas aksi kemanusiaan di berbagai wilayah Sumatera yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa bulan terakhir.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menekankan peran BUMN dalam menjaga stabilitas sosial selain menjalankan bisnis perusahaan.
“BUMN dan TNI hadir di garis depan agar roda ekonomi desa tidak berhenti terlalu lama,” tegas Jatmiko.
Perusahaan mengerahkan alat berat, menyalurkan sembako, menyediakan obat-obatan, serta mendirikan posko darurat bagi ribuan pengungsi.
Di Langkat, perusahaan juga membagikan perlengkapan sekolah guna memulihkan semangat belajar anak-anak korban banjir.
Kini arus barang kembali lancar, aktivitas sosial pulih, dan harapan baru tumbuh di tiga desa Kecamatan Wampu.







