Gereja Tua di Kampung Pigapu Direhabilitasi Oleh TMMD Kodim Mimika 

Timika – Di tengah rimbunnya pepohonan dan damainya suasana Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, sebuah bangunan tua penuh kenangan perlahan berubah wajah. Gereja Katolik Santo Paulus, tempat warga menggantungkan harapan dan doa selama puluhan tahun, kini tengah direhabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang digelar Kodim 1710/Mimika.

Progres rehabilitasi gereja telah mencapai 75 persen, dan tiap harinya, deru alat kerja dan semangat gotong royong menggema di antara dinding-dinding gereja yang dulu mulai rapuh dimakan waktu.

“Rehabilitasi berjalan sesuai rencana. Kami fokus memperbaiki atap, lantai, dan jendela. Target kami, semua selesai sebelum penutupan TMMD pada 4 Juni nanti,” ujar Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., Dansatgas TMMD Kodim 1710/Mimika, Jumat (30/5).

Bagi warga Kampung Pigapu, gereja ini bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah ruang kebersamaan, tempat menggelar misa, merayakan Natal, hingga menyelesaikan masalah kampung secara damai. Maka tak heran, ketika kabar rehabilitasi datang, sambutan warga begitu hangat. Anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat turun tangan membantu, menciptakan suasana TMMD yang benar-benar “manunggal”.

“Kami senang sekali. Gereja ini sangat berarti bagi kami. Sudah lama rusak, tapi kami tak punya dana untuk memperbaiki. Terima kasih kepada TNI,” ungkap salah satu warga dengan mata berbinar.

Namun TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik. Di sela-sela pengerjaan gereja, Satgas juga menggelar penyuluhan kebangsaan, edukasi kesehatan, dan pembinaan masyarakat. Semua dilakukan dalam semangat kebersamaan, menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Letkol Slamet menegaskan, TMMD adalah bentuk komitmen TNI untuk hadir di tengah rakyat, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang jarang tersentuh pembangunan.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, merasakan manfaat dari kehadiran TNI. Inilah cara kami membangun bangsa, dari pinggiran, bersama rakyat,” katanya.

Dengan sisa waktu kurang dari sepekan, semangat kerja masih menyala. Jemaat Santo Paulus bersiap menyambut gereja mereka yang baru—lebih kokoh, lebih indah, dan penuh harapan.

(Kodim 1710/Mimika)