Bogor, 3 September 2026 – Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri SPN Polda Metro Jaya menguji ketahanan fisik sekaligus kepedulian sosial melalui ekspedisi darat.
Kegiatan tersebut berlangsung Kamis, 3 September 2026, sebagai bagian dari Tupdasbhara untuk membentuk karakter calon anggota Polri.
Para siswa menempuh rute ekspedisi sejauh 30 kilometer dengan berjalan kaki dari SPN Polda Metro Jaya menuju sejumlah kawasan.
Selain menguji fisik, kegiatan itu mengajak siswa berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami pentingnya kepedulian sosial.
Sebelum memulai perjalanan, Kepala SPN Polda Metro Jaya memimpin apel pelepasan di Lapangan Apel SPN Polda Metro Jaya.
Setelah itu, para siswa bergerak melewati MNC Land, Hawai, hingga Kebon Kawung, Desa Nanggerang, Bogor.
Tempuh 30 Kilometer Sambil Berbagi
Setibanya di Desa Nanggerang, siswa tidak sekadar melanjutkan perjalanan, tetapi juga menjalankan kegiatan sosial bersama masyarakat.
Mereka membagikan sembako kepada warga sekaligus membersihkan lingkungan di kawasan Lapangan Kebon Kawung.
Aksi tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa karena mempertemukan latihan kedinasan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan itu, siswa belajar bahwa tugas kepolisian tidak hanya menuntut kemampuan fisik dan disiplin.
Calon Bhayangkara juga membutuhkan kepekaan terhadap persoalan sosial serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Kepala SPN Polda Metro Jaya, Kombes Pol Abdul Waras, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membentuk siswa menjadi Bhayangkara yang tangguh dan peduli.
“Jangan hanya kuat di lapangan, tapi juga harus kuat di hati,” tegas Abdul Waras.
Ia juga mengingatkan para siswa agar kelak menjalankan tugas dengan mengedepankan kehadiran, pengayoman, dan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah Polisi yang hadir, mengayomi, dan bermanfaat. Inilah wujud nyata SPN Polda Metro Jaya PEDULI,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembentukan personel Polri tidak cukup melalui latihan fisik dan kemampuan teknis semata.
Karakter, empati, serta kemampuan memahami masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan anggota kepolisian.
Masyarakat Sambut Kehadiran Calon Bhayangkara
Warga Desa Nanggerang menyambut positif kegiatan sosial yang dilakukan para siswa SPN Polda Metro Jaya.
Masyarakat menilai bantuan sembako dan kegiatan kebersihan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan serta warga setempat.
Kehadiran siswa juga membuka ruang interaksi antara calon anggota Polri dengan masyarakat sebelum mereka menjalankan tugas kepolisian.
Setelah kegiatan sosial, para siswa melaksanakan istirahat, salat, dan makan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Mereka kemudian memasuki etape kedua dengan rute Cibilik, Bodogol, dan Kampung Lengkong.
Dari rute tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan hingga kembali ke SPN Polda Metro Jaya.
Rangkaian perjalanan itu menuntut siswa menjaga stamina, kekompakan, disiplin, dan konsistensi hingga seluruh tahapan ekspedisi selesai.
Di sisi lain, kegiatan sosial memberikan dimensi berbeda dalam latihan karena siswa harus mampu berbagi sekaligus beradaptasi dengan lingkungan masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun calon anggota Polri yang tidak hanya tangguh secara fisik.
SPN Polda Metro Jaya juga mendorong siswa mengembangkan karakter humanis dan kepedulian sebagai bekal ketika mereka bertugas.
Ekspedisi darat Tupdasbhara akhirnya menjadi ruang pembelajaran yang menggabungkan ketahanan fisik, kedisiplinan, kekompakan, dan pengabdian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, SPN Polda Metro Jaya berharap lahir Bhayangkara muda yang berkarakter, humanis, disiplin, dan siap mengabdi kepada masyarakat serta negara.







