Bank Kalbar Luncurkan Inovasi Anti-Fraud “Menjaga Kepercayaan, Melindungi Masa Depan Perbankan Daerah”

Narasumber; Dr. Herman Hofi Munawar Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar

Pontianak – 15 Juli 2025. Di tengah era digital yang penuh tantangan dan potensi kejahatan siber, Bank Kalbar kembali menunjukkan komitmennya sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjaga integritas dan keamanan sektor keuangan.

Melalui peluncuran Program Anti-Fraud berbasis Empat Pilar, Bank Kalbar mengukuhkan langkah strategis dalam memerangi segala bentuk kecurangan, baik dari internal maupun eksternal. Empat pilar tersebut meliputi:

  1. Pencegahan,
  2. Deteksi,
  3. Investigasi, dan
  4. Remediasi serta Evaluasi.

Langkah ini tidak hanya melindungi aset dan nasabah, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perbankan daerah.

“Penerapan sistem anti-fraud secara terstruktur dan menyeluruh ini patut diapresiasi. Bank Kalbar telah memberi contoh nyata bahwa akuntabilitas dan transparansi bukan sekadar jargon, tapi komitmen institusional,” ujar Dr. Herman Hofi Munawar, Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar.

Menurutnya, program anti-fraud ini adalah bentuk tanggung jawab kolektif, di mana seluruh elemen bank – dari jajaran pimpinan hingga karyawan – diwajibkan memahami dan menerapkan langkah-langkah perlindungan terhadap segala potensi kecurangan.

Bank Kalbar juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga sistem keuangan, melalui edukasi publik yang masif. Sosialisasi dilakukan lewat brosur, poster, dan media digital yang mudah diakses, agar nasabah memahami hak, kewajiban, serta risiko yang mungkin terjadi di dunia perbankan modern.

“Ketika masyarakat melek perlindungan hukum dan keamanan digital, maka upaya pencegahan fraud menjadi dua arah: dari dalam dan dari luar. Inilah yang disebut ekosistem keuangan sehat,” tambah Dr. Herman.

Keberadaan sistem anti-fraud ini tak hanya berfungsi teknis, tetapi juga membangun modal sosial, yaitu kepercayaan masyarakat sebagai fondasi keberlanjutan lembaga keuangan.

Bank Kalbar pun terus bertransformasi menjadi mitra utama pembangunan daerah — mulai dari pembiayaan UMKM, dukungan infrastruktur, hingga layanan digital keuangan yang menjangkau masyarakat di pelosok Kalbar. Pendekatan ini sejalan dengan misi bank sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Kini, dengan teknologi yang semakin canggih, pengawasan terhadap transaksi dan layanan menjadi lebih transparan, efisien, dan cepat. Nasabah pun bisa memantau aktivitas keuangan mereka secara real-time, dengan jaminan sistem keamanan berlapis.

Kehadiran inovasi anti-fraud ini menjadi sinyal kuat bahwa Bank Kalbar siap menghadapi masa depan perbankan yang serba digital dan penuh tantangan. Komitmen terhadap keamanan, integritas, dan pelayanan prima menjadi fondasi untuk meraih kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat Kalbar.

“Kepercayaan publik adalah aset paling mahal. Dan Bank Kalbar berhasil merawatnya dengan sistem yang kokoh, transparan, dan inklusif,” tutup Dr. Herman.

Dengan semangat inovasi berkelanjutan, Bank Kalbar kini bukan hanya sekadar bank daerah — tetapi telah menjelma menjadi institusi keuangan strategis yang memayungi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas perbankan di bumi Borneo. (JN/98)