Wakapolres Jakut Ingatkan Siswa SMKN 56, Jauhi Narkoba dan Tawuran

Jakarta – Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha mengingatkan siswa SMKN 56 Jakarta agar menjauhi tawuran dan narkoba serta fokus mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.

Pesan tersebut disampaikan Rohman saat mengunjungi SMKN 56 Jakarta di Jalan Pluit Timur Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 29 September 2026.

Dalam kegiatan itu, Rohman berdialog dan memberikan pembekalan kepada sekitar 50 siswa.

Ia menempatkan masa sekolah sebagai fase penting bagi pelajar untuk membangun bekal sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

Bagi siswa sekolah kejuruan, keterampilan yang diperoleh selama pendidikan juga dinilai dapat menjadi modal untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Rohman meminta para siswa menghargai keahlian yang sedang mereka pelajari dan menggunakannya sebagai bagian dari persiapan mencapai cita-cita.

“Kesuksesan adik-adik harus diraih dengan belajar, berbakti kepada orang tua dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Fokus kepada cita-cita,” ujar Rohman.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan pendidikan sebagai salah satu cara pelajar menghindari aktivitas yang dapat berujung pada persoalan hukum.

Tawuran dan Narkoba Jadi Perhatian

Rohman secara khusus mengingatkan siswa agar tidak terlibat tawuran maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum.

Ia meminta pelajar tidak mudah terbawa kegiatan yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan mereka.

“Jangan sekali-kali ikut kegiatan tawuran. Fokus pada pendidikan karena tindakan tersebut dapat melanggar hukum,” katanya.

Selain tawuran, Rohman mengingatkan siswa mengenai bahaya narkoba.

Dalam bahan kegiatan tersebut tidak disebutkan adanya kasus narkoba yang melibatkan siswa SMKN 56 Jakarta.

Karena itu, pesan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan dan edukasi kepada pelajar agar tidak terlibat penyalahgunaan narkotika.

Pendekatan preventif menjadi penting karena masa sekolah merupakan periode ketika siswa sedang membangun pendidikan, keterampilan, serta lingkungan pergaulan yang dapat memengaruhi perjalanan mereka ke depan.

Dalam konteks tersebut, pesan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan larangan terhadap perilaku tertentu, tetapi juga diarahkan agar siswa memiliki tujuan pendidikan yang jelas.

Pelajar Diminta Kritis Hadapi Era AI

Materi pembekalan Rohman tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

Ia juga mengajak para siswa memahami tantangan perkembangan teknologi, terutama penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Rohman, perkembangan teknologi membuat masyarakat perlu semakin berhati-hati ketika menerima informasi digital.

Ia menyoroti kemajuan teknologi yang memungkinkan pembuatan video dan gambar dengan tingkat kemiripan tinggi terhadap materi asli.

“Harus berhati-hati. Sekarang era AI dan sangat sulit membedakan video yang asli maupun yang palsu,” kata Rohman.

Pesan tersebut relevan bagi pelajar yang sehari-hari berhadapan dengan berbagai informasi melalui ruang digital.

Kemampuan memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi tersebut.

Namun, dalam kegiatan itu tidak dijelaskan metode atau materi khusus yang diberikan kepada siswa untuk melakukan verifikasi konten berbasis AI.

Karena itu, pembekalan tersebut lebih menekankan pentingnya kewaspadaan siswa terhadap informasi digital yang mereka temui.

Pendidikan Kejuruan Disorot

Rohman juga mengapresiasi SMKN 56 Jakarta dalam menyiapkan pendidikan berbasis keterampilan.

Menurut dia, pendidikan kejuruan memiliki peran dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Ia mengajak para siswa memanfaatkan masa pendidikan untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.

Rohman juga mengingatkan bahwa generasi pelajar saat ini akan menjadi bagian dari sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

“Adik-adik semua nantinya akan menjadi seorang pemimpin. Kuncinya harus bersama-sama membangun Indonesia,” tuturnya.

Ajakan tersebut dikaitkan dengan cita-cita membangun generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Rohman, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak.

Dalam kegiatan tersebut, Rohman didampingi Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra, S.I.K., M.A.P., jajaran PJU Polres Metro Jakarta Utara, jajaran Polsek Metro Penjaringan, pihak Kesbangpol Jakarta Utara, serta Tim Ahli Gubernur DKI Jakarta.

Kepala SMKN 56 Jakarta bersama para guru juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Setelah penyampaian materi dan sesi foto bersama, kegiatan berakhir dalam kondisi aman dan tertib.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendekatan edukatif kepolisian kepada pelajar dengan menggabungkan pesan pencegahan terhadap tawuran dan narkoba dengan dorongan untuk memperkuat pendidikan, keterampilan, serta kewaspadaan dalam menghadapi informasi digital.