Polsek Koja Jaga Pelajar SMPN 114, Cegah Tawuran dan Narkoba

Jakarta – Polsek Koja memperkuat pencegahan kenakalan remaja melalui Program Jaga Pelajar di SMPN 114 Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).

Personel Polsek Koja menyambangi SMPN 114 Jakarta di Jalan H.M. Darpi, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Dalam kegiatan tersebut, personel yang bertugas sebagai Bapak Asuh Sekolah dan Pendamping Kelas mengecek absensi siswa kelas 7 hingga kelas 9.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan wali kelas untuk mengetahui kondisi siswa serta alasan ketidakhadiran dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain memantau kehadiran, personel kepolisian memberikan arahan dan pembinaan kepada para pelajar.

Polisi mengingatkan siswa agar fokus mengikuti pendidikan dan menjauhi berbagai perilaku yang dapat mengganggu proses belajar.

Polisi Ingatkan Siswa Jauhi Tawuran dan Narkoba

Dalam pembinaan tersebut, polisi mengingatkan pelajar untuk tidak terlibat tawuran, bullying, penyalahgunaan narkoba maupun aksi unjuk rasa.

Polisi juga meminta siswa mempertimbangkan dampak setiap tindakan terhadap diri sendiri serta masa depan mereka.

Kapolsek Koja Kompol Dr. H. Andry Suharto mengatakan, Program Jaga Pelajar menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan sekolah dan siswa.

“Kami ingin kehadiran polisi di lingkungan sekolah tidak hanya dalam rangka pengawasan,” kata Andry.

“Namun, juga menjadi bagian dari pembinaan dan pendampingan bagi para pelajar,” lanjutnya.

Menurut Andry, polisi mengajak siswa fokus belajar sekaligus menjauhi tawuran, bullying, narkoba, dan kegiatan lain yang dapat merugikan.

“Kami mengajak para siswa untuk fokus belajar dan menjauhi tawuran, bullying, narkoba serta kegiatan lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka,” ujarnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Andry, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang berada di lingkungan pendidikan.

Polisi Dorong Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Andry mengatakan, kepolisian, sekolah, guru, dan orang tua perlu membangun sinergi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

Menurut dia, komunikasi yang baik dapat membantu mencegah persoalan pelajar sekaligus mempercepat penanganan ketika masalah muncul.

“Kami berharap melalui komunikasi yang baik, setiap persoalan yang berkaitan dengan pelajar dapat dicegah dan ditangani sejak dini,” imbuhnya.

Andry menegaskan, sekolah perlu menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman bagi siswa selama menjalani proses pendidikan.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.

Karena itu, Program Jaga Pelajar tidak hanya berfokus pada pemantauan kehadiran siswa.

Program tersebut juga membuka ruang komunikasi antara polisi, pihak sekolah, guru, dan pelajar untuk mengenali persoalan sejak awal.

Pihak SMPN 114 Jakarta menyambut baik pelaksanaan Program Jaga Pelajar yang dilakukan Polsek Koja.

Sekolah berharap komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian terus berjalan guna mendukung proses belajar mengajar.

Melalui kegiatan tersebut, polisi berupaya memperkuat pendekatan pembinaan kepada pelajar sekaligus menjaga lingkungan pendidikan tetap kondusif.

Kegiatan Program Jaga Pelajar di SMPN 114 Jakarta berlangsung aman dan tertib pada Selasa (29/9/2026).