PalmCo Salurkan Rp17,1 Miliar untuk Perkuat Ketahanan Masyarakat

Jakarta – PTPN IV PalmCo merealisasikan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sebesar Rp17,1 miliar hingga semester I 2026.

Perusahaan mengalokasikan dana tersebut untuk penanganan bencana, kesehatan, penurunan stunting, pemberdayaan UMKM, pemulihan lingkungan, dan pembangunan fasilitas masyarakat.

PalmCo menjalankan program tersebut di berbagai wilayah operasional dengan mengacu pada arahan Danantara, BP BUMN, serta Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyampaikan perkembangan program tersebut di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Jatmiko, PalmCo mengarahkan TJSL pada program yang memberikan manfaat langsung sekaligus menghasilkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Fokus kami bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan program yang dieksekusi memiliki jejak keberlanjutan,” ujar Jatmiko.

Karena itu, perusahaan menggabungkan bantuan darurat dengan program pemulihan sosial, penguatan ekonomi, peningkatan kesehatan, serta perlindungan lingkungan.

Respons Bencana Menjangkau Hunian hingga Pemulihan Psikologis

Dalam sektor kebencanaan, PalmCo membantu penanganan banjir dan longsor di Aceh serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pada fase tanggap darurat, perusahaan mengerahkan alat berat, termasuk ekskavator, untuk membantu evakuasi dan normalisasi wilayah terdampak.

PalmCo kemudian menyediakan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Di Hapesong, perusahaan menyiapkan lima titik lahan untuk pembangunan hunian bagi warga terdampak.

Dua titik telah siap dan warga telah menempatinya, sementara tiga titik lainnya masih menjalani pembangunan.

Di Batang Toru, PalmCo menyiapkan satu titik lahan dengan kapasitas 250 unit hunian.

Hingga kini, sebanyak 245 kepala keluarga telah menempati hunian tersebut.

Namun, perusahaan tidak berhenti pada pemulihan sarana fisik setelah bencana.

Bersama Yayasan Pulih, PalmCo menjalankan Pondok Rangkul atau Respon Aksi Nyata Gerakan Peduli.

Program tersebut memberikan pendampingan psikososial, trauma healing, dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak.

“Pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan psikologis masyarakat,” kata Jatmiko.

Menurut dia, pendekatan holistik diperlukan agar masyarakat dapat memulihkan kondisi mental sekaligus membangun kembali kehidupan pascabencana.

Program Stunting Sasar Anak dan Ibu Hamil

PalmCo juga menempatkan penurunan prevalensi stunting sebagai salah satu fokus utama program kesehatan.

Perusahaan menjalankan intervensi di sejumlah daerah, termasuk Desa Sei Bamban, Sumatera Utara.

Selain itu, PalmCo berkolaborasi dengan sejumlah institusi vertikal melalui program Adhyaksa Peduli Stunting di Jambi dan Aceh.

Program tersebut mencakup pemberian makanan tambahan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan nutrisi.

Sepanjang semester I 2026, program pemberian makanan tambahan menjangkau 597 anak dan 15 ibu hamil.

PalmCo juga memperbaiki lingkungan tempat tinggal keluarga yang menghadapi risiko stunting.

Perusahaan memperbaiki sembilan jamban sehat, menjalankan satu program bedah rumah, serta membangun sumur bor di lingkungan pedesaan.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan stunting tidak cukup melalui intervensi gizi.

Sanitasi, ketersediaan air bersih, dan kualitas tempat tinggal juga turut menentukan kondisi kesehatan serta tumbuh kembang anak.

UMKM Diperkuat dari Legalitas hingga Pasar Digital

Di sektor ekonomi, PalmCo mengarahkan TJSL untuk meningkatkan kemandirian UMKM dan kelompok usaha masyarakat.

Salah satu program menyasar kelompok perajin pandai besi melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas produksi.

PalmCo membantu pengurusan legalitas koperasi, pengadaan mesin produksi, penyediaan alat pelindung diri, serta pembiayaan studi banding.

Koperasi Melati Jaya Steel menjadi salah satu penerima pendampingan dalam program tersebut.

Perusahaan juga mendukung operasional dan program inkubasi Rumah BUMN di Medan, Pabatu, Batu Bara, dan Jambi.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM memperoleh pelatihan pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik.

“Untuk menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan merdeka secara ekonomi, pendekatannya harus dari hulu ke hilir,” ujar Jatmiko.

Menurut dia, penguatan legalitas, pembaruan peralatan produksi, dan kemampuan membaca pasar digital menjadi fondasi penting bagi UMKM.

Penanaman Pohon Tembus 76.555 Batang

Pada sektor lingkungan, PalmCo meningkatkan penanaman pohon untuk menjaga tutupan lahan, memperkuat resapan air, dan mendukung peta jalan dekarbonisasi perusahaan.

Perusahaan menanam pohon produktif dan pohon peneduh di sejumlah wilayah operasional, termasuk dalam rangka memperingati Hari Bumi pada April 2026.

Jumlah penanaman menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024, PalmCo menanam 8.750 pohon, kemudian meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025.

Hingga pertengahan 2026, jumlah penanaman mencapai 50.305 pohon.

Dengan demikian, PalmCo telah menanam total 76.555 pohon sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026.

“Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya adalah langkah konkret melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu,” kata Jatmiko.

Selain penghijauan, PalmCo mengalokasikan dana TJSL untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Program tersebut mencakup pembangunan dan renovasi fasilitas ibadah, pengerasan serta pengaspalan jalan desa, dan perbaikan jembatan antardusun.

Perusahaan juga mendukung sarana kegiatan belajar mengajar pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah.

PalmCo akan mengevaluasi efektivitas seluruh program TJSL semester I 2026 sebagai dasar penyusunan program pada semester berikutnya.

Jatmiko menilai hubungan perusahaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional PalmCo.

“Kami menyadari operasional PTPN IV PalmCo bersinggungan langsung dengan masyarakat pedesaan,” ujarnya.

Karena itu, PalmCo akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan menargetkan program TJSL mampu membangun ketahanan sosial, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.