Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mendorong penguatan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pendidikan karakter, dan pencegahan perundungan saat mengunjungi dua sekolah Muhammadiyah di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Dadang menyambangi SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru dan SMP Muhammadiyah 9 Jakarta untuk berinteraksi dengan siswa serta berdialog dengan para guru.
Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak lingkungan pendidikan menumbuhkan kepercayaan diri anak, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mengenalkan teknologi sejak usia dini.
Selain itu, kunjungan tersebut menyoroti pentingnya komunikasi antara keluarga, sekolah, dan kepolisian untuk menjaga keamanan serta mendukung perkembangan anak.
Kapolda Ajak Pelajar Berani Bertanya
Dadang mengawali kunjungan dengan menyapa anak-anak TK B dan mengikuti kegiatan di area kolam renang.
Selanjutnya, ia memasuki kelas 1D Siti Khadijah di SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru untuk berbincang langsung dengan para siswa.
Dalam suasana akrab, Dadang mengajukan pertanyaan tentang nama wali kelas, kebiasaan memakai helm saat berangkat sekolah, hingga cita-cita menjadi polisi.
Ia memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kepercayaan diri mereka.
Kemudian, Dadang mengunjungi kelas 4B Muhammad Al Fatih untuk mengajak siswa mengikuti kuis interaktif.
Materi kuis mencakup pengetahuan umum, tugas kepolisian, matematika, dan pendidikan agama.
Melalui kegiatan tersebut, ia mendorong anak-anak untuk mengasah pengetahuan, mengembangkan keberanian berbicara, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Setelah menyambangi sekolah dasar, Dadang melanjutkan kunjungan ke SMP Muhammadiyah 9 Jakarta.
Di kelas 7 Al Kindi, ia kembali berinteraksi dengan para pelajar melalui kuis pembelajaran yang melibatkan pertanyaan dari guru.
Tiga siswa yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga memperoleh hadiah atas pencapaian mereka.
Rangkaian kegiatan itu mempertemukan kepolisian dan pelajar melalui dialog edukatif yang mendorong partisipasi aktif siswa.
Kapolda Dorong Pemanfaatan Laboratorium AI
Selain membangun kedekatan dengan siswa, Dadang menaruh perhatian pada pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.
Ia mendorong para guru SD Muhammadiyah 5 mengoptimalkan laboratorium kecerdasan buatan untuk memperkenalkan teknologi, memperluas pengetahuan, dan melatih keterampilan komunikasi anak.
“Siapa yang menguasai teknologi, akan menguasai dunia,” tegas Dadang saat menjelaskan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, rasa ingin tahu anak dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis.
Karena itu, guru dapat memancing diskusi melalui pertanyaan sederhana tentang cara kerja mesin yang bisa berbicara atau telepon seluler yang menghubungkan komunikasi tanpa kabel.
Pertanyaan tersebut dapat membantu siswa mengenali konsep teknologi melalui penjelasan yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.
Selanjutnya, guru perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya, mencoba, dan mengeksplorasi pengetahuan secara bertahap.
Pendekatan pembelajaran yang menarik dan berulang juga dapat membantu siswa memahami materi tanpa merasa terbebani.
Namun, pengenalan AI tidak cukup hanya dengan memperlihatkan perangkat atau aplikasi kepada anak.
Guru juga perlu mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami informasi, menyampaikan gagasan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Dengan demikian, literasi digital dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan penguatan kemampuan dasar.
Dadang turut mengingatkan para pendidik agar menyampaikan materi secara fokus, sederhana, dan mudah dipahami.
Ia mendorong guru menghindari penumpukan materi yang berpotensi menghambat pemahaman siswa terhadap konsep utama.
Pendidikan Agama dan Pencegahan Perundungan
Dalam bidang pendidikan agama, Dadang menekankan pentingnya pemahaman makna selain kemampuan menghafal materi.
Ia mencontohkan pembelajaran Al-Qur’an melalui pengenalan arti kata demi kata serta penjelasan hukum tajwid.
Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat mempelajari bacaan sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Selain pembelajaran akademik, Dadang menyoroti perlunya lingkungan sekolah yang aman, saling menghormati, dan bebas dari perundungan.
Ia mengajak para pendidik membiasakan anak menghargai teman dan menghindari perilaku yang membuat orang lain takut atau tidak nyaman.
Pada saat yang sama, anak perlu berani menceritakan persoalan kepada guru maupun orang tua ketika menghadapi situasi yang mengganggu mereka.
Komunikasi terbuka membantu orang dewasa mengenali masalah lebih awal dan menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan anak.
Kehadiran polisi di sekolah juga diharapkan mempererat hubungan antara kepolisian dan pelajar melalui pendekatan yang bersahabat.
Dadang turut mengenalkan layanan Polisi 110 sebagai saluran bagi masyarakat untuk meminta bantuan kepolisian dalam keadaan darurat.
Meski demikian, perlindungan anak membutuhkan kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat, dan kepolisian.
Setiap pihak memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung keselamatan, kenyamanan, dan perkembangan anak.
Polda Metro Jaya Perkuat Komunikasi dengan Sekolah
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa program Polisi Peduli Pendidikan bertujuan mendekatkan kepolisian dengan anak-anak.
Menurut Budi, program tersebut juga mendukung peran guru dan orang tua dalam membentuk generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan peduli terhadap sesama.
“Rasa aman bagi anak tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Orang tua, guru, lingkungan, dan kepolisian perlu saling berkomunikasi dan saling menjaga. Ketika anak merasa didengar dan berani bercerita, persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga bantuan bisa diberikan dengan tepat,” jelasnya.
Budi menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka agar anak berani menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi.
Dengan komunikasi tersebut, orang tua dan guru dapat mengenali kebutuhan anak serta mengambil langkah yang sesuai ketika muncul masalah.
Ia menambahkan, kegiatan itu mencerminkan semangat Polisi Bersama Masyarakat melalui pendekatan sosial dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Melalui kerja sama dengan sekolah dan keluarga, kepolisian berharap anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, saling menghargai, dan mendukung perkembangan karakter.
Pada akhirnya, pengenalan teknologi perlu berjalan seiring dengan pendidikan karakter dan perlindungan anak.
Kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu generasi muda mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial untuk menghadapi perubahan zaman.







