Festival Nadran 2026 di Cilincing, Polri Dukung Pelestarian Budaya Pesisir

Jakarta – Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Metro Jaya menghadiri Festival Kampung Nelayan atau Nadran 2026 di Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang digagas Komunitas Nelayan Cilincing (Kunci) tersebut mengangkat tradisi masyarakat pesisir sekaligus mempererat hubungan antara warga dan kepolisian.

Direktur Polairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Andy Rumahorbo, S.I.K., M.H., menghadiri rangkaian kegiatan sekaligus memimpin pelepasan perahu dalam prosesi larung sesaji.

Panitia menggelar festival di Jalan Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, dengan melibatkan masyarakat nelayan dan sejumlah unsur pemerintah serta kepolisian.

Prosesi larung sesaji menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan yang mengangkat warisan budaya masyarakat pesisir tersebut.

Rangkaian prosesi dimulai dengan persiapan pada pukul 08.20 WIB, kemudian berlanjut dengan pelepasan perahu pada pukul 08.50 WIB.

Tradisi larung sesaji menjadi bagian dari kebudayaan nelayan yang masyarakat pesisir wariskan secara turun-temurun.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan itu memperlihatkan keterlibatan aparat dalam mendukung aktivitas sosial dan kebudayaan masyarakat pesisir.

Andy menyampaikan dukungan terhadap kegiatan warga yang bertujuan mempertahankan tradisi dan budaya lokal.

“Kami mendukung kegiatan masyarakat yang bertujuan melestarikan budaya lokal,” ujar Andy.

Selain mendukung pelestarian budaya, Andy mengingatkan masyarakat nelayan agar mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di laut.

Ia juga mengajak warga menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.

“Kami juga mengajak masyarakat nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan keselamatan nelayan dan keamanan perairan sebagai perhatian kepolisian dalam kegiatan masyarakat pesisir.

40 Personel Kawal Rangkaian Festival

Untuk menjaga ketertiban selama kegiatan, kepolisian menyiapkan 40 personel pengamanan di bawah pimpinan AKP Harno MP Manalu, S.H.

Personel tersebut mendukung kelancaran rangkaian acara dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat di sekitar lokasi festival.

Laporan kepolisian menyebut kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Pengamanan menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk membantu masyarakat mengikuti rangkaian acara dengan tertib.

Kegiatan ini juga melibatkan unsur kepolisian setempat yang berkoordinasi dengan panitia dan pemerintah kelurahan.

Sejumlah pejabat turut menghadiri festival, termasuk Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya AKBP Ardhie Demastyo.

Wakapolsek Cilincing AKP Syuaib Bahrun, S.H., dan Lurah Cilincing Yuyun Yuniarti juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Festival Nadran 2026 Edi Kurniawan turut mengikuti rangkaian acara bersama unsur masyarakat lainnya.

Panitia mencatat sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

Kehadiran peserta dan sejumlah unsur terkait mempertemukan masyarakat nelayan dengan aparat keamanan serta pemerintah setempat dalam satu kegiatan budaya.

Setelah prosesi larung sesaji dan pelepasan perahu, rangkaian festival berlanjut dengan penampilan musik daerah.

Panitia juga menjadwalkan hiburan malam yang menghadirkan Wulan Madania, Band Repentino, dan Sejedewe.

Agenda hiburan tersebut melengkapi rangkaian festival yang memadukan tradisi masyarakat pesisir dengan kegiatan seni dan musik.

Melalui rangkaian acara itu, masyarakat dapat berkumpul sekaligus menjaga hubungan sosial di lingkungan Kampung Nelayan Cilincing.

Kapolsek Cilincing Imbau Pengunjung Jaga Ketertiban

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menegaskan komitmen kepolisian untuk mengamankan Festival Nadran 2026.

Ia menyampaikan bahwa pengamanan bertujuan membantu masyarakat menikmati kegiatan dengan aman dan nyaman.

“Kami berkomitmen memberikan pengamanan agar masyarakat dapat mengikuti Festival Nadran dengan aman dan nyaman,” kata Bobi.

Bobi juga meminta pengunjung menjaga ketertiban selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Ia mengingatkan masyarakat agar mematuhi arahan petugas dan memperhatikan keselamatan selama berada di lokasi festival.

“Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas, serta memperhatikan keselamatan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran acara, terutama ketika pengunjung mengikuti prosesi budaya dan menikmati hiburan.

Pengunjung juga perlu memperhatikan arahan petugas agar kegiatan berjalan tertib sesuai dengan pengaturan pengamanan di lokasi.

Sementara itu, pesan Direktur Polairud kepada nelayan menekankan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di wilayah perairan.

Kedua imbauan tersebut menyasar aspek keamanan yang berbeda, yakni ketertiban pengunjung di lokasi festival dan keselamatan masyarakat saat berada di laut.

Kepolisian, panitia, dan pemerintah setempat memiliki peran masing-masing dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat.

Koordinasi antarpihak menjadi bagian penting untuk menjaga ketertiban selama prosesi budaya maupun agenda hiburan.

Festival Nadran 2026 juga memberi ruang bagi masyarakat Kampung Nelayan Cilincing untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang mereka warisi.

Keterlibatan komunitas nelayan menjadi unsur utama karena masyarakat setempat merupakan bagian dari tradisi yang festival tersebut angkat.

Dukungan aparat dan pemerintah setempat melengkapi peran masyarakat dalam menjaga kegiatan budaya tetap berjalan berdampingan dengan perhatian terhadap keamanan.

Melalui festival ini, masyarakat pesisir Cilincing dapat memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan tradisi mereka kepada pengunjung.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut mempertemukan agenda pelestarian budaya, hiburan masyarakat, dan pengamanan dalam satu rangkaian acara.

Kepolisian menyatakan dukungannya melalui kehadiran pejabat terkait, penyampaian imbauan keselamatan, serta pengamanan selama festival berlangsung.

Laporan kepolisian menyebut situasi kegiatan tetap aman dan kondusif.

Dengan demikian, Festival Nadran 2026 menjadi momentum bagi masyarakat, panitia, pemerintah setempat, dan kepolisian untuk menjaga tradisi pesisir sekaligus mendukung ketertiban di wilayah Cilincing.