Denpasar – Polda Bali mengirim lima truk bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026).
Pengiriman berlangsung bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk solidaritas antarsesama warga bangsa.
Polda Bali menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan untuk membantu masyarakat yang kini berada di sejumlah lokasi pengungsian.
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan jajaran Polda Bali turut prihatin atas bencana yang menimpa masyarakat NTT.
“Tentunya kita semua sangat prihatin dengan bencana yang dialami oleh saudara-saudara kita di sana. Mari kita doakan bersama semoga NTT segera pulih kembali,” ujar Daniel di Polda Bali.
Lima truk tersebut membawa air mineral, mi instan kemasan cup, berbagai jenis biskuit, susu, serta makanan pendamping anak.
Selain kebutuhan pangan, bantuan mencakup popok bayi, selimut, terpal, kasur tipis, kasur lipat, serta tisu basah dan tisu kering.
Polda Bali berharap seluruh bantuan segera mencapai NTT sehingga petugas dapat mendistribusikannya kepada masyarakat berdasarkan kebutuhan di setiap titik pengungsian.
Polda Bali Siapkan Dukungan Lanjutan
Selain mengirim logistik, Polda Bali menyiapkan armada dapur lapangan milik Satbrimob beserta personel untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.
Jajaran Polda Bali juga menyiapkan personel psikologi untuk memberikan pendampingan kepada warga yang menghadapi dampak psikologis akibat bencana.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan.
Dukungan psikologis juga penting untuk membantu masyarakat menghadapi situasi sulit selama berada di lokasi pengungsian.
Daniel berharap bantuan dan dukungan personel Polda Bali dapat memberikan manfaat sekaligus menumbuhkan semangat bagi masyarakat terdampak.
“Diharapkan bantuan kami ini dapat memberi manfaat, membantu meringankan beban, serta memberikan semangat bagi warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian,” katanya.
Menurut Daniel, solidaritas menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana yang menimpa masyarakat di wilayah lain.
Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa semangat persatuan harus hadir melalui tindakan nyata.
Gotong Royong untuk Sesama
Daniel menegaskan prinsip Bhinneka Tunggal Ika harus masyarakat wujudkan melalui kepedulian dan gotong royong.
“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus kita wujudkan dengan aksi nyata dan gotong royong,” tutur Daniel.
Ia menilai kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab bersama sebagai bagian dari satu bangsa.
“Saat saudara kita di NTT mengalami musibah, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan membantu meringankan beban mereka,” tegasnya.
Pengiriman lima truk bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Bali mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di NTT.
Di sisi lain, dukungan dapur lapangan dan personel psikologi memperluas bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat selama masa pemulihan.
Polda Bali berharap seluruh bantuan segera terdistribusi secara tepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa semangat baru bagi para korban bencana NTT,” pungkas Daniel.
Melalui bantuan tersebut, Polda Bali menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni.
Semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong justru menjadi bagian penting dalam menghadirkan kemerdekaan melalui aksi nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.







