SIDANG KASUS SENGKETA TANAH PENGGUGAT INTERVENSI HADIRKAN SAKSI FAKTA PERISTIWA.

Bekasi , MonitorIndo.com-Sidang kasus tanah di Pengadilan Negeri Cikarang kabupaten Bekasi Kuasa Hukum Ahli Waris Hasbulah selaku penggugat intervensi Hadirkan H.Endang Sulaeman selaku saksi Fakta Peristiwa. 10 Agustus 2022

Tamba SH, Budi Purnomo SH, dan Markus SH, Selaku Kuasa hukum Menghadirkan H. Endang yang semula ditolak, Karena Bukan Merupakan Saksi Ahli dengan berbagai macam argumentasi yang di sampaikan kepada Hakim Ketua dan Kuasa Hukum Konversi dapat dikabulkan H. Endang Sulaeman sebagai Saksi Fakta Peristiwa atas data kepemilikan Girik No Kohir 299/1857 Persil 185 d II atas Nama Hasbulah.
Menurut kesaksian Endang Sulaeman Girik Hasbulah itu terdaftar di Dirjen Pajak baik di data base Computer Maupun dalam Buku Himpunan Leter C. Di kantor Iuran Wajib Pajak Daerah Pusat. Dari Catatan terbit 1993 sampai saat ini masih terdaftar atas nama Hasbulah.

Endang Sulaeman diberikan pertanyaan, memaparkan lebih rinci bahwa selain mengetahui dia Juga sebagai Petugas Penulis Girik yang bekerja di kantor Ipeda dengan SK yang ada serta data data pendukung yang dimilikinya yang di ucapkan di ruang sidang dengan gamblang di depan Majelis Hakim dan segenap Kuasa Hukum yang ada, dan Hal ini menjadi Catatan semua fihak.

Endang Juga menyampaikan kepada pihak Majelis Hakim Bahwa Dirjen Pajak maupun Kantor IPEDA tidak pernah mengeluarkan keterangan Saksi Ahli atau Surat Keterangan Saksi Ahli, kecuali Nota Dinas begitu ungkapan ucapan Endang Sulaeman dengan nada agak tinggi dan Disaksikan Oleh Seluruh hadirin sidang.

Pertanyaan demi pertanyaan yang yang dilontarkan dari Pihak Kuasa Hukum Konversi di jawab dengan baik Oleh Endang Sulaeman walaupun ada bahasa yang nyeleneh spontan dan di luar konteks hingga membuat Hadirin sidang tertawa.

BANYAK PERTANYAAN DI LUAR KONTEKS.

Hakim Ketua Chandra SH,MH. Mengatakan dengan tegas kepada Kuasa Hukum Konversi Bahwa Endang Sulaeman ini Bukan Saksi Ahli Jadi agar Para pihak dapat melakukan kesimpulan bukan pertanyaan yang terus menerus diluar kesepakatan yang telah dilontarkan oleh pihak Kuasa hukum, hingga Hakim Ketua Merasa Keberatan dan Jengkel Hingga Mengetuk Palu berkali kali, dan Hal ini menjadi masukan dan muatan Para Kuasa Hukum Konversi dan mengundang senyuman seluruh pengunjung sidang.

Ruang sidang penuh tempat duduk tak tersisa baik dari Kedua Belah Pihak yang Hadir, sidang berjalan alot namun suasana tetap kondusif, terlihat beberapa pengunjung memberikan apresiasi kepada Hakim Ketua Chandra SH,MH. Dengan ketegasan melakukan Tugasnya selaku Hakim Ketua.

Sementara ditempat terpisah Jaenal Aca selaku bagian kantor pendaftaran tanah ketika mendapat konfirmasi dari tim Investigasi menjelaskan Bahwa surat tanah Hasbulah tidak terdaftar pada data base sismiop pada kantor dinas pelayanan pajak daerah.

Namun bila ingin didaftarkan Girik C 299/1857 atas nama Hasbulah sebagai Wajib Pajak di persilahkan Ucap Jaenal Aca sambil memberikan Formulir Kepada Ahli waris Hasbulah (Mulyanto) dan Petugas Kami akan turun Survey Ke lokasi, ungkap Jaenal.

Yang jelas hingga saat ini belum ada yang menerbitkan NOP PBB di tanah yang di Klaim Ahli waris dan segenap kuasa pengurus Hasbulah. /QR/B/TIM