Petugas KRL Commuter Line Tidak Punya Teloransi

0
1

 

 

MonitorIndo.com-Jakarta,  17 Juli 2021 – Dalam mengikuti Protokol Kesehatan tentunya , tugas investigasi dan Konfirmasi Wartawan/Insan Jurnalis di masa Ganasnya Covid 19 tentunya kita tetap harus mencari aman dan menjaga Jarak.

Begitu Juga dalam kendaraan maka jarak tempuh dapat dilakukan dengan KRL Commuter dengan Menunjukan KTA beserta Surat Tugas. Tapi Naas Buat Ketum AWDI yang harus melakukan Kerjaan yang tak bisa di Tunda harus berangkat ke wilayah Tangerang.

Ketika memasuki Stasiun Cakung Ketum AWDI yang alpa dan tidak membawa surat Tugas di cegat oleh Robi Petugas KAI Commuter Stasiun Cakung.

Maaf pak Bapak tidak di perbolehkan masuk Tanpa Surat Tugas ucap Robi ( Petugas) yang walaupun Ketua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia tersebut telah menunjukan KTA jabatan Ketua Umum, namun tetap  ditolak masuk Stasiun Naik KRL untuk hindari Kerumunan.

Sedikit argumentasi lucu pun terjadi. maaf pak Roby saya ketua Umum kan Cukup Kasih tahu KTA saja boleh to.

Kalau saya ketua Umum Minta surat dan Tanda tanganya  pada Siapa ya…?

Robi Petugas tetap kekeh menjalankan tidak Bisa.

Bapak minta saja tanda tangan anak buah Bapak di Kantor….kata Robi.

Ketum tersenyum saja melihat sangat pintar nya Robi bicara tanpa berfikir.

Ketua Umum minta surat tugas kepada anak buah..kelewatan pintar pikirku.

Ya sudah akhirnya surat keterangan Sebagai ketua aku buat untuk Lakukan Pemantauan dan Investigasi. Dan saya kembali di tempat yang sama dan memberikan surat yang saya buat.

Diterima oleh Robi dan petugas lainya sambil di stempel ini baru bisa.

Ketum minta surat tugas pada Bawahanya hahaha perlu pencerahan dah tuh petugas.

Sementara disisi lain harusnya petugas itu jangan kaku lah, kalau dia wartawan dan petugas jurnalis yang ikut kegiatan pemantauan keadaan dan pemberitaan harus nya di permudah jangan dibuat kaku.

Ada ada saja yah jadi agak terlambat lah kerjaan. ( SR B)