oleh

Menko Polhukam Mahfud MD Sesalkan Kerumunan di Acara Habib Rizieq

Jakarta, MonitorIndo.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pemerintah menyesalkan adanya pelanggaran protokol kesehatan dan pengumpulan massa yang dilakukan di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.

Petamburan merupakan tempat digelarnya acara pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Merespons hal tersebut, Ketua Alumni Persaudaraan (PA) 212 Slamet Maarif menuturkan, pihaknya menghormati segala pernyataan yang disebutkan oleh pemerintah, terkhusus Mahfud. Menurutnya, Mahfud tengah menjalankan tugasnya sebagai orang yang ada di dalam pemerintahan.

“Pak Mahfud itu sedang melakukan kewajiban atas nama pemerintah. Ya kami hargai dan hormati,” tuturnya ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut Slamet menuturkan, pihaknya berharap bahwa nantinya pemerintah dapat tegas seperti saat ini. Terkhusus ketika ada kasus pengumpulan massa di Pilkada Serentak 2020.

“Teriring doa semoga akan tegas juga kepada pelaku kerumunan saat Pilkada,” ucapnya.

Ketika dikonfirmasi melalui lebih lanjut ihwal rencana Habib Rizieq berkeliling Indonesia untuk menggaungkan revolusi akhlak, Slamet tidak berkomentar banyak. Dirinya pun berpesan agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan masyarakat.

“Ya kita lihat saja nanti (rencana keliling Indonesia). Harapan saya masyarakat agar dapat mematuhi demi kesehatan kita semua,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyesali adanya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam acara Maulid Nabi dan pesta pernikahan Sharifa Najwa Shihab, putri Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Acara tersebut digelar di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020).

“Pemerintah menyesalkan terjadinya protokol kesehatan pada pesta pernikahan dan peringatan Maulid Nabi di Petamburan Jakarta Pusat,” ujarnya.

Mahfud juga meminta aparat keamanan dapat bertindak tegas agar protokol kesehatan Covid-19 dapat dipatuhi. Aparat keamanan yang tidak dapat memastikan penerapan protokol kesehatan, kata Mahfud akan diberikan sanksi.

“Kepada aparat keamanan, pemerintah meminta untuk tidak ragu dan bertindak tegas dalam memastikan protokol kesehatan dapat dipatuhi dengan baik. Pemerintah juga akan menjatuhkan sanksi kepada aparat keamanan yang tidak mampu bertindak tegas dalam memastikan terlaksananya protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya. (SNC/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed