Guna Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Dapil l Fraksi PKS Gelar Reses Di Aula Pemerintahan Desa Cicau, Budiyanto,S. Pi : Ada 2531 Aspirasi Yang Sudah Terserap Oleh Sistem

0
4

Kabupaten Bekasi – monitorindo.com
Guna menyerap aspirasi masyarakat serta dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, Anggota Komisi III DPRD Dapil l Fraksi PKS, Budiyanto,S. Pi menggelar reses yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintahan Desa Cicau Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya Budiyanto,S.Pi mengatakan bahwa secara tingkat Jawa Barat kabupaten Bekasi termasuk kabupaten kaya, yang menurutnya dalam artian kaya dari pendekatan APBD dan PAD,kemudian kaya dari sisi Sumber sumber keuangan baik langsung maupun tidak langsung.

” Sejak tahun 2004 Pemda pindah dari Kota ke Kabupaten Bekasi sampe hari ini, Kabupaten Bekasi hampir di pastikan tidak punya master plan untuk pembangunan kabupaten Bekasi untuk 5 tahun kedepan,10 tahun kedepan bahkan sampai untuk 20 tahun kedepan.
Kabupaten Bekasi kawasan industri terbesar di Asia tenggara hampir 7700 pabrik termasuk Delta Silicon, bahkan Desa Cicau hampir seluruhnya di kuasai industri.” Kata Budiyanto,S. Pi

Menurut Anggota DPRD Dapil l Fraksi PKS, Budiyanto,S. Pi Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri terbesar sehingga di perlukan langkah langkah besar.

” Menurut saya yang harus di lakukan oleh institusi dalam hal ini pemerintah daerah adalah menyiapkan konsep konsep dasar membangun Bekasi, karena kalau kita tidak menyiapkan itu kita kaya orang linglung maju mundur maju mundur maju, contoh kita ketika tidak menyiapkan konsep pembangunan Bekasi dari sisi kita sebagai kawasan industri terbesar BLK saja tidak punya, kenapa BLK tidak punya orang rencana saja tidak punya kok,artinya apa, yang harus kita lakukan adalah menyusun perencanaan perencanaan strategis pemerintah daerah kabupaten Bekasi dari sisi politik ekonomi sosial termasuk budaya.dan itu harus di siapkan walaupun hari ini belum dijalankan tetapi secara instrumen perencanaan harus sudah ada, siapapun bupati nanti 10 tahun kedepan 15 tahun kedepan kalau mau membangun BLK tinggal ambil dokumennya kalau mau membangun alun alun tinggal ambil dokumennya. Kalau hari ini kita mau bangun BLK waduh kita belum ada perencanaannya mau bikin alun alun, oh kita belum ada perencanaannya kapan mau ngebangunnya akhirnya kaya yang saya bilang kaya maju mundur maju,karena begitu kita hari ini ingin membangun alun alun tidak ada maka yang harus kita lakukan adalah membuat perencanaan dasar yang di sebut DED.” Terang Budiyanto,S. Pi saat di wawancara oleh awak media usai acara Reses.
Sabtu (26/02/2022).

” Tahun 2020 itu hampir 13 ribu total aspirasinya DPRD, jalur desa itu hampir 12 ribu jadi hampir 25 ribu titik, sementara yang terealisasi tidak lebih antara 3 ribu sampai 4 ribu titik.Saya ingin mengatakan bahwa ini bukan berlebihan tetapi lebih kepada bagaimana saya berusaha menyerap informasi aspirasi.Satu hal yang paling penting ternyata ada 4266 yang membutuhkan pembangunan baik fisik dan non fisik, terus sekarang jadi 2531 artinya sistem saya mampu menyerap ada 2531 bahwa kemudian tidak bisa terealisasi itu hal yang berbeda itu adalah bagaimana kemampuan komunikasi dan kemampuan anggaran kita di pemerintah.” Tambahnya.

” Ekonomi di kita itu sangat luar biasa, ekonomi di kita itu tumbuh sendiri karena memang tumbuh kembangnya masyarakat urban, penduduk kita ini kan yang stay hampir 3,8 juta, apalagi hampir 1,6 juta juga karyawan yang bekerja di Bekasi, itu otomatis kita diam saja permintaan itu akan sangat tinggi, sandang pangan papan termasuk perumahan di kita walaupun hari ini kita covid atau apa tetap saja kan tetap tumbuh baik di wilayah selatan maupun di wilayah Utara, bahkan sampai mengkonversi tanah sawah menjadi perumahan itu kan bentuk karena kebutuhan yang tidak bisa lagi di bendung,nah ini yang harus di antisiasi oleh kita di pemerintahan daerah.” Lanjut Anggota DPRD Dapil l Fraksi PKS, Budiyanto,S. Pi.

” Sebetulnya reses di laksanakan setelah musrenbang,teori reses kan salah satunya menyerap informasi sebetulnya, yang kemudian kita bisa kapitalisasi dalam bentuk penyusunan perencanaan anggaran untuk tahun 2023 tetapi tidak ada masalah karena sebetulnya kami juga sudah menyerap banyak informasi. Yang terpenting reses ini bisa menjadi sarana komunikasi antara kami anggota DPRD dengan masyarakat yang di wakili.
Permasalahan di kabupaten Bekasi ini seolah olah sudah 16 tahun sejak 2004 sampai hari ini kan bicaranya hanya infrastruktur jalan, padahal kan harusnya kita sudah bergeser dengan arti memang harusnya itu di selesaikan, kemudian kita bisa memikirkan hal hal lain terkait dengan peningkatan kesejahteraan bukan lagi infrastruktur, tetapi ya mau tidak mau faktanya memang hari ini kita masih terus bermasalah di infrastruktur sehingga diskusinya sangat menjenuhkan. Sebetulnya hampir 16 milyar diskusi reses itu pembicaraannya masalah infrastruktur.Kalo di lihat dari RPJMD atau RPJPD Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, saya tidak melihat ada sebuah konsep perencanaan, rata rata memang hanya konsepnya temporary,menurut saya memang harus di mulai ada perencanaan perencanaan konsep dasar membangun Indonesia khususnya di kabupaten Bekasi,itu harus betul-betul di rencanakan secara tata rencana dan terintegrasi.Kita juga harus mampu mengidentifikasi bahwa dunia ini harus akan bagaimana gitu kan,masa pemilik Sunda empire saja punya analisa gitu kan, kita pemerintahan tidak punya analisa tentunya berdasarkan data, maksud saya adalah kita harus memikirkan Bekasi yang hari ini sebagai kawasan industri terbesar itu kan pasti akan punya multiplayer effect yang terindikasi harusnya.Yang saya tahu delta mas dulu pengembangan untuk residennya banyak, tetapi karena berbagai hal akhirnya sekarang lebih kepada industrinya lebih luas, otomatis masterplannya juga berubah, strateginya bagaimana kita pemerintah daerah harus lebih awal melakukan identifikasi perencanaan jangka pendek menengah dan sangat panjang sekali,ini yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah.” Tandasnya.

(M.Nur)