GRP Tembus Pasar Amerika Serikat

0
3

Kabupaten Bekasi – monitorindo.com
PT Gunung Raja Paksi Tbk, (GRP) melakukan ekspor Struktural Steel ke Casa Grande, Arizona Amerika Serikat. Tepatnya ke Lucid Motors, produsen mobil listrik Luxury Electric Car. Pelepasan Ekspor senilai USD 1 juta tersebut, dilakukan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Senin (21/03/2022).

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur PT Gunung Raja Paksi (GRP) Tbk, Abednedju Giovano Warani Sangkaeng mengatakan bahwa jenis baja yang di ekspor adalah structural beam kurang lebih 700 MT serta merupakan trial order untuk pembangunan pabrik lucid motors.

” Ekspor ini juga menandakan bahwa produk baja dalam negeri sudah berhasil menembus pasar ekspor ke USA.” Indonesia bisa berbangga dengan ekspor ke AS ini,karena memang tidak mudah menembus pasar AS, memerlukan standar kualitas produk yang tinggi.” Ucap Presdir PT GRP, Argo panggilan akrabnya.

Lebih lanjut Argo menambahkan bahwa Lucid Motors sendiri merupakan startup atau perusahaan rintisan Amerika Serikat yang menjadi pesaing Mobil listrik Tesla.Produsen otomotif ini dipimpin oleh Peter Rawlinson,mantan kepala teknis Tesla untuk produksi Tesla Model S.

Pengiriman baja ke negeri Paman Sam ini, lanjut Argo, merupakan upaya perusahaan untuk mencapai target ekspor 2022 senilai USD 70 juta.Selain itu,juga untuk meningkatkan porsi ekspor menjadi 20 persen, dibandingkan 2021 yang hanya 5 persen.Tahun 2021 sendiri, nilai ekspor yang di capai GRP mencapai USD 44 juta.

” Kami optimis target tersebut terlampaui.Pasalnya, baja merupakan salah satu penyumbang ekspor terbesar Indonesia,selain CPO dan batu bara.Selain itu,Produk baja GRP juga sudah diakui secara internasional,yakni dengan mendapatkan Certificate Conditional dari AISC (American Institute of Steel Construction) dan WTIA ( Welding Technology Institute of Australia) 3834 dan AWS (American Welding Society) D1.1 standard. Selain itu,kami juga berharap, ekspor ini juga menjadi awal yang baik untuk semakin meningkatkan kinerja GRP dibandingkan 2021.” Ujar Argo.

Kemudian kata Argo, sepanjang tahun 2021 GRP juga menorehkan kinerja sangat positif. Yaitu dengan mencetak laba bersih USD 61.9 juta atau melonjak 791.3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja menggembirakan tersebut menurutnya tak lepas dari transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan. Dari sebelumnya perusahaan keluarga kemudian menjadi perusahaan terbuka di tahun 2019 serta dikelola menjadi lebih profesional dengan melakukan pengawasan ketat atas harga beli bahan baku dan harga jual barang untuk memastikan seluruh persediaan yang dijual, menghasilkan marjin yang baik.

” GRP juga menjadi pabrik baja pertama di Indonesia dan salah satu yang pertama di Asia,yang melakukan pembelian kredit karbon. Keterlibatan GRP dalam pembelian kredit karbon dari Climate Impact X (CIX), yang merupakan pasar pertukaran kredit karbon global sekaligus pemimpin lelang. Hal tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan komit terhadap penerapan ESG, sekaligus terhadap penanganan perubahan iklim.” Tandasnya.

(M.Nur)