FPRB-API Kabupaten Tangerang Laksanakan Bimtek Management Tanggap Bencana

0
31

Tangerang, Monitorindo.com – Kegiatan Bimtek FPRB-API (Forum Penanggulangan Relawan Bencana – Adaptasi Perubahan Iklim) tentang management kebencanaan yang diselenggarakan di hotel Ibis Gading Serpong Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang terlaksana selama tiga hari pertemuan. Jum’at (5/11/2021)

Dihari pertama kegiatan bimtek diawali dengan pengecekan setiap peserta dengan Swab Antigen sesuai prosedur protokol kesehatan dan materi yang telah disiapkan oleh panitia. Bimtek terlaksana dari beberapa lembaga organisasi tingkat nasional salah satunya BPBD Kabupaten Tangerang menggandeng Wahana Visi Indonesia dan sebagai Narasumber materi mengundang Anton Agusta Haryanto sebagai ketua FPRB-API DKI Jakarta. Dalam sambutan pembukaan Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ir. Bambang Saptho Nurtjahja, MM. MT “Terimakasih kepada Wahana Visi Indonesia mensuport FPRB-API Kabupaten Tangerang yang sudah berperan memberikan sumbangsih pemikiran dalam hal management mengantisipasi bencana, Team pencegah dan kedaruratan FPRB-API bisa terus bekerja memitigasi akan adanya bencana di beberapa daerah kabupaten Tangerang. Hal semacam itulah yang kita antisipasi dalam hal pra bencana dan pasca bencana alhamdulillah kita saling membantu informasi dalam sisi tehnis dilapangan.

Nopi Rako narasumber dari wahan visi Indonesia menjelaskan “dibimtek kali ini kita melakukan peningkatan kapasitas wawasan FPRB-API di suport wahana visi Indonesia terimakasih BPBD Kabupaten Tangerang yang sudah mengundang kami. Yang sangat penting diambil dalam Bimtek hari ini tentang wawasan kebencanaan dengan memahami Konsep dasar peduli dan respect.
Konsepnya terlingkup dalam Sinergi Supporting Disaster Preparedness of local NGOs melingkup 4 Sektor yakni sektor usaha, kesehatan, pendidikan, perlindungan anak dan ekonomi serta melingkup 3 pendekatan yakni pengembangan transformasional, tanggap bencana dan advokasi, meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan anak muda dan perempuan dalam kesiapsiagaan bencana.

Meningkatkan capaian anggota FPRB – API dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait resiko bencana dan bisa memahami tanggung jawab sebagai forum pengurangan resiko bencana di kabupaten Tangerang serta tindak lanjut FPRB-API mengembangkan kesiapsiagaan.

Bendahara FPRB-API Kabupaten Tangerang Tifna Purnama mengungkapkan “Sumbernya peraturan dari dasar PP21 tentang penanggulangan bencana harus ada 5 unsur Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media. Dalam rangka flatform Pemerintahan daerah untuk memikirkan resiko benca di daerah tercetuslah sebutan FPRB-API ialah Tim Teng yang rumusannya untuk kepentingan daerah bukan forum pelaksanaan tehnis.”
Dalam rangka penghayatan pra bencana atau paska bencana sudah di atur oleh daerah ketentuan dii FPRB-API ini tidak boleh mengelola keuangan dan sebagainya, amanat undang-undang penanggulangan bencana induknya ada di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).

Anton Agusta Haryanto dalam pemaparannya menjelaskan bahwa “Manajemen resiko bencana baik dari sisi penguatan kelembagaan oportunitininya bukan hanya meningkatkan kapasitas resikonya tapi renst secara kelembagaan FPRB-API harus bermitra dengan beberapa lembaga nasional dan regional tidak hanya pra dan pasca harus masuk di pasca baik secara rekomendasi dan sumber daya dan sebagainya bisa lakukan oleh FPRB-API dan bisa pemetaan siapa yang bisa melingkup di tehnis bencana dari saat pra ataupun pasca.”

Fadli