Dani Ramdan Pj Bupati Bekasi Menghimbau Masyarakat agar Tidak Euforia

0
15

Bekasi, Monitorindo.com – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengimbau masyarakat agar tidak euforia menyikapi turunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi. Dirinya meminta semua pihak agar waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik agar kasus tidak kembali naik.

Penegasan tersebut disampaikan Dani Ramdan saat bersilaturahmi dengan ormas dan LSM se-Kabupaten Bekasi bersama jajaran Forkopimda di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat.

Pj Bupati Bekasi mengatakan, kegiatan silaturahmi tersebut menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo, yang meminta seluruh kepala daerah untuk menjaga masyarakat agar tidak euforia menyikapi turunnya kasus Covid-19. Presiden khawatir jangan sampai euforia menyebabkan munculnya ledakan kasus baru seperti yang terjadi di Amerika, Jepang dan Israel.

Pemerintahan Desa/Kelurahan Di harapkan Benar Benar memperhatikan Seruan perintah presiden Joko Widodo tidak euforia dan tetap Selalu Menghimbau Warga nya Tidak Berkerumun dan Selalu mentaati Prokes

“Karena itu, saya harus menggalang semua elemen masyarakat, baik ormas, LSM, Relawan Kesehatan, Emergency Respon Tim,dunia usaha, akademisi dan media, untuk ikut membantu menjaga pengendalian kasus Covid-19, dengan mengedukasi dan mengajak masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” kata Dani.

Dani Ramdan mengungkapkan, turunnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi secara drastis, bukan hanya upaya pemerintah daerah, tapi karena ada peran serta dari seluruh elemen masyarakat, termasuk Relawan Kesehatan, LPM, Emergency Respon Tim

Relawan Kesehatan, Emergency Respon Tim, juga telah membantu kami dengan caranya masing-masing, seperti bagi masker, bagi sembako, edukasi, bahkan mengkritisi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Itu juga sangat membantu kami,” terangnya.

Dani Ramdan berharap, Relawan Kesehatan, ormas dan LSM,LPM agar bisa kembali menggerakkan para anggotanya untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di area publik dan pada kegiatan-kegiatan publik.

“Memakai masker harus menjadi keseharian kita. Kemudian vaksinasi akan terus dipercepat minimal 80 persen, dan bagi yang sakit (positif-red) harus diisolasi secara terpusat,” tegasnya.

(Tim/Red)