oleh

ASOSIASI WARTAWAN DEMOKRASI INDONESIA HASIL KONGRES DAN PARADIGMA BARU.

Jakarta, 13/12/2020 -Ketum DPP AWDI.

MonitorIndo.com-Setelah lakukan Kongres Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia, lakukan pembenahan besar besaran untuk merobah pola pikir perekrutan, managemen personalia pengurus dan anggota dengan Paradigma Baru.

Nantinya seluruh Pengurus di ajak duduk bersama musyawarah untuk membenahi kebiasaan AWDI pola pola pikir yang lama & usang, hal ini diharapkan awdi memiliki tanggung jawab yang Profesional dalam melaksanakan Tugasnya.

1. Kita harus meninggalkan pola pola lama dengan kta, gantung gantung kartu menakut nakuti pejabat, tidak mau menulis, tidak bisa menulis tidak mau belajar tidak ditempa Diklat dan Uji standar Kompetensi.

2. Di era Milenial dan digital ini kita dipacu untuk beradaptasi dengan perkembangan dengan tekhnologi, sebab kita terpanggil sebagai seorang jurnalis yang memang bekerja lewat konfirmasi investigasi wawancara dan mencari pemberitaan dengan Nara sumber yang jelas, bukan power aktion duduk hanya untuk merugikan karya dan hasil dari orang lain.

3. Diharapkan yang ditunjuk dan duduk sebagai pengurus dibidang ke ilmuan masing masing ini dapat memberikan kontribusi yang berarti buat organisasi dengan loby komunikasi kemitraan kepada Pemerintah dan Instansi terkait.

4. Dengan Uji Standar Kompetensi Wartawan serta Diklat yang di stresing buat kita yang tidak bisa menulis dan dangkal dengan ilmu ke jurnalisan, saya berharap ini menjadi kewajiban bagi anggota AWDI baik Pengurus dan Anggota dipusat maupun Daerah serta kepada seluruh wartawan media patner yang bermitra dengan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia hasil kongres.

5. Jadi wartawan apalagi menyandang gelar Pemimpin Umum Media Pemimpin Redaksi itu tidak mudah dan Ujug Ujug Jadi. Dia harus ditempa dari bawah penulis,wartawan, korespondensi, baru masuk wartawan Pratama, dan diteruskan dengan belajar menjadi madya dan utama senior, dengan di buktikan dari hasil tulisan opini dan wawancara eksklusife, yang jadi per soalan kini apakah sudah kita tempuh jalur itu?

Maka dengan poin tersebut diatas saya dan segenap pengurus hasil kongres mencoba membuka mata dan hati kita, siapa kita mau kemana kita apa yang telah kita lakukan untuk organisasi kita.maaf organisasi itu tempat nya silaturahmi dalam kebaikan saling berbagi ilmu dan berbuat untuk beribadah di masa depan.

Hal hal yang merusak yang dapat memecah belah persatuan, hadir untuk tujuan pribadi tipu sana dan tipu sini harus kita tinggalkan, kalau kita juga pintar piawai janganlah juga digjaya, arogansi karena organisasi tidak membutuhkan orang orang yang tinggi hati,

Kita harus sadar eling lan waspodo
Kita harus bersama walau visi misi kadang berberda organisasi Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia adalah milik kita bersama.

Jadikan dia elegan
Profesional dengan kiprahnya yang jelas

Tinggalkan konsep usang yang lama dan tidak memiliki kenangan kurang baik.

Ingat keritikan dari luar sana…itu harus kita terima kalau tidak mau disebut bodrek dan abal abal.

Koncinya ayo belajar ayo Diklat ayo UKW buat yang belum lakukan ini.

Semoga menjadi masukan dan pengalaman bersama ketika kita menerima persoalan baru.

Budi Wahyudin syamsu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed