Anggota Dewan Dapil l Fraksi PKS Hadiri Musrenbang Tingkat Kec.Cikarang Pusat Kab. Bekasi, Budianto : ” Hampir 50 Persen Kec.Cikarang Pusat Aktualnya Pertanian “

0
7

Kabupaten Bekasi – monitorindo.com
Syarat ketentuan masyarakat ataupun pemerintah dalam rangka menyampaikan usulan sebagai masyarakat,juga mengakomodir usulan masyarakat,itu memang harus ada mekanismenya,dan Musrenbang adalah salah satu syaratnya. Hal itu di katakan oleh Anggota DPRD Dapil l Fraksi PKS, Budianto ketika di wawancara oleh awak media pada saat menghadiri acara Musrenbang tingkat kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, yang berlangsung di Aula Pemerintahan Desa Hegarmukti.
Senin (07/02/2022).

Lebih lanjut ia berkata,” Cikarang pusat sebagai ibu kota kabupaten itu memang harus ada konsep konsep dasar yang sangat besar contoh misalnya masalah jalan, membangun jalan di Cikarang pusat sebagai epicenternya pemerintah daerah di mana jalan itu di lalui oleh mobil mobil kelas tinggi gitu ya, harusnya tentunya konstruksi jalannya juga kontruksi jalan yang sesuai, itu agar apa agar tidak terjadi pengulangan pembangunan di waktu waktu ke depan yang harusnya kita sudah bergeser ke program lain itu kembali pembangunan jalan.” Lanjut Budianto.

Lalu tambahnya, ” Kemudian juga Cikarang pusat ini, kita juga punya satu aset yang memang ini milik Pemda, yaitu masalah fasos fasum yang ini juga harus menjadi konsen pemerintah kecamatan Cikarang pusat, termasuk desa desa untuk salah satunya, satu menanyakan kedua harus dapat bagian dari fasos fasum karena fasos fasum itu kan hitungannya dari residen dari hitungan perumahan bukan secara makro industri, artinya apa karena ada 7 desa di kawasan industri sebisa mungkin dapat bagian juga fasos fasum di bagi bagi perdesa, kemudian satu krusial lagi masalah situ rawa binong, sebagai salah satu aset kekuatan potensi ekonomi mikro, ketika di kembangkan menjadi destinasi wisata maka rawa binong akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi mikro masyarakat Cikarang pusat.” Tambah Budianto.

Selanjutnya Budiyanto memaparkan,” Khususnya di luar program lain tadi juga ada masukan masalah pertanian, ini yang menjadi catatan krusial kita kenapa, pertanian di Cikarang pusat ataupun Bekasi itu kurang keurus karena memang faktanya dari 6,698 triliun pertanian hanya 25 milyar artinya apa, ya boleh di katakan pertanian memang ngga di urus gitu, hanya asal ada saja tentunya, ini menjadi catatan krusial kita untuk memang harus segera bergeser, tetapi kalau konsep pembangunannya masih belum matang maka sulit kita akan bergeser ke penguatan ekonomi, tetap saja berbicaranya infrastruktur lagi infrastruktur lagi kenapa, 5 sampai 10 tahun ke depan membangun sekolah harus di bangun lagi sekolahnya, 5 sampai 10 tahun ke depan membangun jalan hari ini bukannya menyelesaikan yang lain malah membangun jalan lagi akhirnya apa, ya tidak keurus lagi sektor sektor lain, itu hal hal krusial saya di Cikarang pusat.” Paparnya.

” Kalo dari sisi pendekatan pertanian Bekasi secara makro dan Cikarang pusat secara mikro ya, hampir 50 % wilayah mungkin 30% wilayah Cikarang pusat itu di 2 desa khususnya Desa Hegarmukti dan Pasir tanjung masih aktualnya pertanian, dan itu harus kita pelihara dan itu harus kita jaga kenapa, karena di dalam tata ruangnya juga masih pertanian. Artinya apa, kebijakan kita harus berpihak.” Pungkasnya

” Harapannya adalah aspirasi masyarakat sebanyak mungkin di sampaikan di forum forum resmi, masuk ke dalam dokumen dokumen resmi, bangun komunikasi untuk memastikan prioritas prioritas yang harus ada dan kemudian kami di DPRD dan juga teman teman eksekutif betul betul mampu memaping mana sebetulnya yang boleh di katakan benar benar prioritas, seperti tadi SDN Pasir Ranji 04 di daerah Pasir Ranji perbatasan kerawang Bekasi hanya satu lokal, sayapun sebagai anggota DPRD itu tidak hafal kalau tidak di sampaikan di forum forum seperti ini, nah ini tidak boleh lagi terjadi dan itu menjadi PR saya sebagai anggota DPRD dan juga PR kawan kawan juga sebagai wakil rakyat.” Tutup Budiyanto.

(M.Nur)